Kuliner

Kribeng Abi, Panganan yang hanya Muncul di Bulan Ramadhan

·
Kribeng Abi, Panganan yang hanya Muncul di Bulan Ramadhan
Juari, 60 tahun, warga Gampong Utue, Kecamatan Pidie, Pidie, penjual kribeng abi di Pasar Kota Sigli. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co—Juari, 60 tahun, warga Gampong Utue, Kecamatan Pidie, Pidie, sedang menjajakan kribeng abi atau panganan yang juga disebut kribeun di lapak dagangannya di Pusat Pasar Perbelanjaan Kota Sigli, di Jalan Perniagaan (dekat Jembatan Pante Teungoh), di tengah-tengah kendaraan yang sibuk hilir mudik di jalan tersebut.

Ia berjualan sejak 09.00 WIB hingga 11.00 WIB. “Karena saya jualan di atas lapak orang lain. Jam 15.00 WIB lapak ini sudah dipakai oleh penjual mie caluk,” kata Juari pada sinarpidie.co, Sabtu, 19 Mei 2018.

Sejak meugang,  hari pertama dan kedua puasa, kata dia, dalam sehari dagangannya laku hingga Rp 200 ribu.

“Satu ikat saya jual Rp 5000,” kata dia.

Sayangnya, kribeng abi ini hanya bisa ditemukan di pasar tersebut di hari meugang puasa, bulan puasa, hingga meugang lebaran.

“Selain bulan puasa, saya tidak jualan, karena saya pikir, kribeng abi akan kalah laku dengan kue basah umumnya di hari-hari biasa,” ungkapnya.

Sekilas panganan ini mirip dengan ketupat. Tapi jangan salah. Ini bukanlah ketupat. Kribeng abi terbuat dari beras, air nira, nangka yang dipotong kecil-kecil, dan santan. Kulit atau pembungkusnya terbuat dari daun nira. Meski sekilas seperti ketupat dan sama-sama terbuat dari beras, namun yang membuat kribeng abi berbeda dengan ketupat terletak pada rasa manisnya yang bukan berasal dari gula pasir melainkan dari air nira.[]

Loading...