Reportase

Kota Sigli Sepi

·
Kota Sigli Sepi
Pedagang di Pasar Keuramat Dalam Kota Sigli. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co--Puluhan sepeda motor tersusun rapi di tempat parkir di Jalan Perdagangan Kota Sigli di Kota Sigli, Pidie. Sepeda motor tersebut adalah milik para penjual baju di lapak kaki lima di sana. Hampir tak ada sepeda motor milik pengunjung atau pembeli, yang hendak berbelanja, terparkir di tempat itu.

Sepanjang Jalan Perniagaan dan Perdagangan Kota Sigli—Gampong Keuramat Dalam— biasanya sesak oleh kendaraan dan warga. Namun, Rabu, 25 Maret 2020, jalan tersebut tampak lenggang, bahkan hampir tak ada sepeda motor dan mobil pribadi yang melintas.

Di terminal labi-labi, hanya ada beberapa labi-labi yang tak berpenumpang parkir. Di los-los pusat perbelanjaan, pekerja di toko pakaian hanya duduk dan menatap layar ponsel genggam mereka.

Ina Maharani, 23 tahun, salah seorang pekerja di toko pakaian di sana mengatakan nyaris tak ada yang mampir ke toko tempatnya bekerja, bahkan untuk sekadar melihat-lihat barang, Rabu, 25 Maret 2020. “Semenjak Corona, hampir tak ada yang membeli baju atau kain dalam beberapa hari ini, mungkin memang baju bukan pilihan utama yang dibutuhkan sekarang,” katanya.

Mahyudin, 40 tahun, sedang memasukkan barang dagangannya ke dalam toko. Ia hendak menutup toko yang menjual kebutuhan pokok tersebut padahal jam masih menunjukkan pukul 14.30 WIB.

Mahyudin mengaku bosan karena sedari pagi hampir tak ada orang yang melintas dan berbelanja kebutuhan pokok di tempatnya.

“Sudah beberapa hari keadaan memang sepi. Untuk kebutuhan pokok semuanya lengkap hanya gula saja yang sisa 7 kilogram lagi. Gula  saya jual Rp 20 per kilogram. Selain gula, stok lain masih cukup,” kata Mahyudin.

Rahmadani, 19 tahun, pekerja pada toko grosir di Pasar Keuramat Dalam, Kota Sigli, duduk di atas tumpukan kardus minuman kemasan. Dia melompat dari tempat duduknya untuk menghampiri setiap orang yang mendekat ke toko grosir tersebut. “Sangat sepi pasar. Dari tadi saya cuma duduk santai. Biasanya jam segini saya sangat sibuk,” kata Rahmadani.

Kenaikan harga gula pasir telah terjadi sejak awal Maret 2020. Bahkan stok gula pasir di gudang Bulog Kantor Cabang Sigli mengalami kekosongan selama enam bulan. Kekosongan stok gula tersebut terhitung sejak September 2019 hingga Maret 2020.

“Sekarang gula impor tersebut sedang dalam proses pelelangan. Kuota untuk Aceh 230 ton. Jumlah tersebut dibagi lagi pada 23 kabupaten atau kota di Aceh. Diperkirakan dalam waktu seminggu menjelang masuknya bulan Ramadhan gula impor sudah tiba di gudang Bulog Sigli,” sebut Kepala Bulog Kantor Cabang Sigli Muammar, Selasa, 17 Maret 2020 lalu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie Idhami SSos MSi mengatakan setelah berkoordinasi dengan Bulog, ketersediaan bahan pangan di Pidie tersedia hingga enam bulan ke depan. “Yang mengkhawatirkan adalah stok gula. Hari ini di pasaran sudah Rp 20 ribu per kilogram,” kata Sekda, Rabu, 25 Maret 2020. “Dalam waktu dekat, tim Forkopimda akan duduk kembali untuk menyikapi ketersediaan stok pangan, termasuk gula.”

Kata Idhami lagi, tim TAPD Pemkab Pidie saat ini sedang menggodok usulan kebutuhan yang diajukan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Dewan Ansari, selaku Ketua Siaga Darurat Bencana non-Alam Covid-19 Pidie. Rencananya, sumber dana pengadaan tersebut berasal dari dana tak terduga Rp 5,2 miliar tahun anggaran 2020.

Baca juga:

“Dinas Kesehatan dan rumah sakit mengajukan usulan untuk pengadaan yang urgen selama masa siaga darurat ini pada BPBD. Oleh BPBD diajukan pada bupati dan akan diverifikasi terlebih dahulu nanti oleh tim verifikasi untuk diseleksi berdasarkan skala prioritas. Skala prioritas kita saat ini untuk dilakukan pengadaan adalah APD bagi dokter dan tenaga medis,” kata Idhami SSos MSi. “Dan, untuk penyemprotan disifektan di sejumlah fasitas umum di Pidie, akan dilakukan besok pada Kamis, 25 Maret 2020.”

Masker kosong

Sejumlah apotek di Pidie kehabisan stok masker. Di Apotek Indra Farma di depan terminal labi-labi Kota Sigli, kekosongan masker terjadi sejak satu bulan yang lalu.

“Kita pesan pada distributor tidak ada barang katanya. Beberapa warga Banda Aceh juga mencari masker ke sini, tapi tidak ada stok,” kata salah seorang petugas penjualan di apotek tersebut, Rabu, 25 Maret 2020.

Salah seorang petugas penjualan di Apotek Kimia Farma, Tijue, Pidie, Sofia, 30 tahun mengatakan, sudah seminggu stok masker di apotek tersebut mengalami kekosongan.

“Seminggu sebelumnya stok masker hanya satu kotak. Dijual per satuan per orang.  Dalam waktu tiga hingga empat hari sudah habis. Jenis maskernya yang dijual disini 3ply Earloop. Kalau pembelian dalam jumlah besar tidak ada di sini,” kata Sofia, Rabu, 25 Maret 2020.

Selain masker, kata Sofia lagi, hand sanitizer juga kosong. “Kekosongan stok tersebut lamanya sudah sepekan lebih. Sama juga seperti masker,” tutur Sofia.[]

Reporter: Candra Saymima dan Diky Zulkarnen

Loading...