Kondisi Jembatan Gantung Gampong Pante Garot-Keutapang Aree Menyayat Hati

·
Kondisi Jembatan Gantung Gampong Pante Garot-Keutapang Aree Menyayat Hati
Keuchik Gampong Keutapang Aree, Kecamatan Delima, Jawahir di atas jembatan gantung di gampong setempat yang tak layak lagi dilintasi. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Jembatan gantung yang menghubungkan Gampong Pante Garot, Kecamatan Indrajaya dan Gampong Keutapang Aree, Kecamatan Delima, Pidie, sudah tidak layak dilintasi lagi. Sebabnya, beberapa bagian lantai jembatan yang terbuat dari kayu sudah lapuk dan patah. Bahkan, menurut keterangan warga setempat, sedikitnya 3 pengguna jembatan tersebut pernah jatuh ke Sungai Krueng Baro.

Saat sinarpidie.co menyambangi jembatan tersebut, Sabtu, 14 September 2019, informasi yang dihimpun, jembatan tersebut tak bisa lagi dilintasi kendaraan roda dua sejak tahun 2015. Padahal, jembatan gantung itu merupakan sarana penyebrangan ratusan anak-anak yang hendak pergi dan pulang sekolah. Di samping itu, para warga juga sering melintasinya

Jembatan sepanjang 14 meter tersebut juga sudah miring. Saat melintas, warga harus menapaki pinggiran lantai papan yang sudah lapuk dan bolong-bolong dengan hati-hati.

“Sudah lama jembatan yang rusak begini digunakan warga untuk melintas, terutama anak-anak saat pergi dan pulang sekolah. Walaupun berisiko, tetap dilintasi, karena, kalau melewati jembatan lain, yaitu Jembatan Garot, itu jaraknya sekitar 1 km dan kalau melewati jembatan Klibeut, itu jarakanya sekitar 1 km lebih,” kata Munir, warga gampong Keutapang Aree, Kecamatan Delima, Pidie, Sabtu, 14 September 2019.

Keuchik Gampong Keutapang Aree, Kecamatan Delima, Jawahir, mengatakan, usulan pembangunan jembatan itu sudah diusulkan melalui Musrenbang Kecamatan sekitar tahun 2015.

“Melalui Musrenbag tahun 2015 sudah diusulkan jembatan tersebut, tapi katanya pembangunan jembatan itu belum menjadi prioritas. Selanjutnya saya pernah menyampaikan langsung ke Bupati Pidie Roni Ahmad secara lisan, jawabannya ya saja. Buktinya hingga sekarang belum dibangun,” kata Jawahir

Jembatan gantung ini, kata Jawahir lagi, dibangun sejak masa Pemerintahan Gubernur Syamsuddin Mahmud sekira tahun 1996. Sejak dibangun hingga sekarang jembatan ini tidak pernah lagi direhab pemerintah. Bahkan, lokasi jembatan tersebut tidak jauh dari tempat tinggal Bupati Pidie Roni Ahmad, di Gampong Puuk Aree, Kecamatan Delima, yang berjarak hanya sekitar 2 km.

“Pernah ditutup jembatan ini pada tahun 2017, namun, warga tetap melintasinya. Kemudian, jembatan ini rusak juga karena diterjang banjir beberapa kali, namun, saya berharap segera dibangun jembatan ini, karena sangat berisiko bila dibiarkan seperti ini,” kata Jawahir.

Kabid Program pada Dinas PU PR Pidie, T Mahriza, membenarkan jembatan tersebut memang sudah tak layak dilintasi lagi. Pihaknya, kata dia, akan menangani pembangunan jembatan tersebut pada tahun ini.

“Jembatan itu sudah dianggarkan pada APBK-P tahun ini. Ada sekitar 6 unit jembatan gantung yang dilakukan rehab tahun ini,” kata T Mahriza. []

Komentar

Loading...