Kocok Ulang Kabinet di Tengah Mencuatnya Aliran Uang Hasil Korupsi Bansos

·
Kocok Ulang Kabinet di Tengah Mencuatnya Aliran Uang Hasil Korupsi Bansos
Bansos Covid. Sumber foto: Antara via CNNIndonesia.

sinarpidie.co — Setelah dua menteri dalam kabinet Indonesia Maju—Menteri Sosial Juliari Batubara dan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo— ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Presiden Joko Widodo merombak ulang susunan menteri di kabinetnya, Rabu, 23 Desember 2020.

Empat menteri yang dicopot adalah Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama; Menteri Agama, Fachrul Razi; dan Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto.

Jokowi menunjuk empat nama baru untuk menggantikan menteri yang dicopot. Menteri Kesehatan kini dijabat Budi Gunadi Sadikin,  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dipercayakan pada Sandiaga Uno, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dan Menteri Perdagangan M Luthfi. Sementara, dua pengganti menteri yang kini telah ditetapkan tersangka kasus korupsi adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Kocok ulang kabinet ini dilakukan hanya setelah satu tahun para menteri yang menjalankan roda pemerintahan Jokowi di periode kedua ini dilantik pada 2019 lalu.

Nama mantan calon presiden dalam Pilpres 2019 lalu, Sandiaga Salahuddin Uno, dikait-kaitkan dengan perannya yang menjadi juru kampanye (jurkam) anak Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, di Pilkada Solo, dan menantu Jokowi, Bobby Nasution, di Pilkada Kota Medan. Keduanya keluar sebagai pemenang dalam Pilkada yang digelar di tengah pandemi Covid-19 itu.

Pusaran korupsi bansos

Nama Gibran dan PDIP ikut terseret dalam pusaran kasus korupsi bantuan sosial di Kementerian Sosial. Dalam hasil investigasi Majalah Tempo edisi 21-27 Desember 2020— “Korupsi Bansos Kubu Banteng”— Gibran diduga merekomendasikan pembuatan tas bansos pada PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) alias Sritex.

Sritex adalah satu dari enam perusahaan yang ditunjuk Kemensos menggarap proyek pembuatan tas kain untuk penyaluran bansos. KPK menduga Juliari Batubara menerima suap senilai Rp 17 miliar dari komisi pengadaan bantuan sosial sembako untuk masyarakat terdampak Covid-19 di Jabodetabek. []

Loading...