Kios Pengecer Diminta Sediakan Uang Jaminan Rp 20 Juta untuk Tebus Pupuk pada Distributor

·
Kios Pengecer Diminta Sediakan Uang Jaminan Rp 20 Juta untuk Tebus Pupuk pada Distributor
Gudang dan Unit Pengantongan Pupuk (UPP) PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Tijue, Pidie. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co--Pemilik kios pengecer pupuk bersubsidi di Kecamatan Tangse, Pidie, mengeluhkan rencana salah satu distributor pupuk bersubsidi jenis Urea, PT Beuna Raseuki Transindo, yang meminta kios pengecer untuk menyediakan uang jaminan perjanjian sebesar Rp 20 juta selama satu tahun sebelum penandatangan Surat Penunjukan Penyediaan Barang dan Jasa  (SPJB) dilakukan setelah kios pengecer ditunjuk oleh PT Beuna Raseuki Transindo pada 2020 mendatang.

Salah seorang pemilik kios pengecer pupuk bersubsidi di Kecamatan Tangse, Pidie, yang identitasnya enggan dituliskan mengatakan, selama ini dirinya menebus pupuk subsidi jenis Urea seharga Rp 93 ribu per sak 50 kilogram pada PT Beuna Raseuki Transindo. Harga tersebut termasuk ongkos kirim pupuk ke kios tapi belum termasuk ongkos bongkar. Lalu, kios pengecer menjual pupuk Urea bersubsidi tersebut seharga Rp 100 ribu hingga Rp 105 ribu per sak 50 kilogram pada petani.

Harga tebus pupuk bersubsidi jenis Urea pada distributor tersebut oleh kios pengecer di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 47/Permentan/SR.310/11/2018 tentang Alokasi dan HET Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian tahun 2019 yang telah ditetapkan hingga ke lini IV alias tingkat kios pengecer ke petani, yaitu Rp 90 ribu per sak 50 kilogram.

“Selama ini, kami terlebih dulu kirimkan uang untuk tebus pupuk. Jadi terkesan pengecerlah yang menebus pupuk pada produsen, bukan distributor. Sebab, setelah kami kirimkan uang ke distributor, pupuk baru tiba sebulan kemudian. Sekarang, distributor buat kebijakan lagi, harus kasih uang Rp 20 juta di luar uang untuk tebus pupuk,” kata sumber sinarpidie.co tersebut, Minggu, 1 Desember 2019.

Di Kecamatan Tangse, kata sumber sinarpidie.co lagi, terdapat enam kios pupuk bersubsidi yang mengambil pupuk bersubsidi jenis Urea melalui PT Beuna Raseuki Transindo. “Per bulan kami (6 kios pengecer-red) rata-rata mendapat alokasi pupuk 5-10 ton,” katanya. "Untuk bulan Desember tahun ini belum disalurkan."

Alokasi pupuk bersubsidi jenis Urea ke Kecamatan Tangse pada 2019, berdasarkan realokasi ke-III dalam Keputusan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie nomor 324 tahun 2019 tentang Realokasi ke-III Kebutuhan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian dalam Kabupaten Pidie tahun 2019, berjumlah 312 ton.

Di Pidie, PT Beuna Raseuki Transindo merupakan distributor pupuk Urea bersubsidi untuk 30 kios pengecer yang tersebar di Kecamatan Tangse (312 ton pada 2019), Kembang Tanjong (501 ton pada 2019), Muara Tiga (215 ton pada 2019), Batee (210 ton pada 2019), Padang Tiji (516 ton pada 2019), dan Kecamatan Pidie (347 ton pada 2019). Harga tebus pupuk Urea masing-masing kios Rp 93 ribu per sak 50 kilogram hingga sampai ke kios.

Baca juga:

Direktur PT Beuna Raseuki Transindo, Moelki Mansur, pada sinarpidie.co mengatakan, kebijakan kios pengecer harus menyediakan uang jaminan sebesar Rp 20 juta pada 2020 mendatang merupakan kebijakan perusahaannya.

“Karena kita pada 2020 mendatang harus tertib administrasi. Selama ini memang sudah tertib. Tapi kita perlu jaminan ke depan. Hal itu karena untuk mendorong kios-kios pengecer agar mampu untuk tertib administrasi," kata Moelki Mansur, Minggu, 1 Desember 2019.

Uang sejumlah Rp 20 juta tersebut, kata dia, akan menjadi uang jaminan masa kerja pada 2020 mendatang. Kata dia lagi, kios pengecer yang tidak melakukan deposit uang sejumlah Rp 20 juta pada 2020 mengindikasikan kios tersebut tidak sehat dan penyaluran pupuk subsidi pada petani akan terhambat.

“Uang akan masuk ke rekening perusahaan. Dan uang jaminan tersebut akan kita ikat perjanjian melalui akta notaris. Kami melakukan penebusan pupuk subsidi ke produsen. Di saat kami menyalurkan pupuk ke kios pengecer, kios harus menebus pada kami. Di saat melakukan penebusan, tak semua kios mampu menebus pupuk, sehingga kami distributor menyalurkan pupuk ke mereka baru kemudian mereka membayar ke kami. Jadi, dengan model jaminan kerja seperti ini, yang diharapkan adalah memastikan kios-kios pupuk bersubsidi benar-benar memiliki modal agar penyaluran pupuk bersubsidi pada petani tidak terhambat,” kata dia, menjelaskan. “Jaminan kami pada produsen juga diwajibkan berupa garansi bank.”

Disinggung tentang harga tebus pupuk Urea bersubsidi yang ditebus kios pengecer pada PT Beuna Raseuki Transindo yang di atas HET lini ke-IV, ia menjawab, “Selama ini kami menyalurkan pupuk sesuai dengan ketentuan dalam SPBJ. Memang biaya-biaya di lapangan ada yang kita bebankan di kita dan ada yang kita bebankan di kios. Harga tebus kios ke saya, Urea 50 kg, Rp 86.600.”

Pupuk Urea tersebut diambil pada gudang lini II atau gudang produsen di wilayah Ibukota Provinsi dan Unit Pengantongan Pupuk (UPP) PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Tijue, Pidie, seharga Rp 70.702 per sak 50 kilogram. []

Komentar

Loading...