Ketua Komisi V DPRA: Swab Massal Lebih Efektif dan Efesien

·
Ketua Komisi V DPRA: Swab Massal Lebih Efektif dan Efesien
Pertemuan tim Pansus DPRA Dapil II dengan DPRK Pidie di Gedung DPRK Pidie, Selasa, 7 Juli 2020.

sinarpidie.co—Penanganan Covid-19 di Aceh masih mengandalkan anggaran dalam pos belanja tak terduga (BTT) Rp 118 miliar. “Anggaran yang bersumber dari kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan refocussing untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 1,7 triliun belum disentuh sama sekali,” kata Ketua Komisi V DPRA, yang membidangi Kesehatan dan Kesejahteraan, M Rizal Falevi Kirani, usai pertemuan tim Pansus DPRA Dapil II dengan Bupati Pidie Roni Ahmad beserta jajaran SKPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie di Pendopo Bupati Pidie, Selasa, 7 Juli 2020 kemarin.

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah menerbitkan Nomor 10/INSTR/2020 tanggal 4 Juni tentang percepatan pelaksanaan pemeriksaan Covid-19 melalui rapid test dan swab bagi 1.500 penduduk di setiap 23 kabupaten/kota di Aceh.

Kepala Dinas Kesehatan Pidie Efendi SSos Mkes, sebelumnya, mengatakan pihaknya masih menunggu dropping atau tibanya rapid test tahap kedua. "Baru empat ratus sekian yang dirapid test, dari kalangan pekerja kantoran, tenaga kesehatan, masyarakat dan pedagang di pasar. Untuk di dayah belum karena kita perlu koordinasi lebih matang," katanya, Selasa, 30 Juni 2020 lalu.

Baca juga:

Menurut M Rizal Falevi Kirani, pihaknya telah mewanti-wanti Pemerintah Aceh bahwa hasil pemeriksaan Covid-19 melalui rapid test tidak akurat. “Kita menyarankan dari awal untuk dilakukan pemeriksaan swab secara massal,” kata M Rizal.

Hal itu, sebutnya, tidak hanya penting bagi publik di Aceh dari sisi akurasi hasil pemeriksaan, tapi juga untuk efesiensi anggaran. “Anggaran akan mubazir karena setelah dirapid test harus diambil swab untuk tes PCR lagi. Kita sudah sampaikan swab lebih efektif dan lebih efesien," sebutnya.

Pemerintah Aceh mengalokasikan anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp 1.792.367.796.000. Untuk penyediaan jaring pengaman sosial, Pemerintah Aceh mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1.393.079.866.946, Rp 219.400.000.000 untuk penanganan dampak ekonomi, dan untuk penanganan kesehatan hanya Rp 179.887.929.054. []

Loading...