Ketua Dewan Pers: Media yang Tidak Mengekplore Data akan Tertinggal

·
Ketua Dewan Pers: Media yang Tidak Mengekplore Data akan Tertinggal
Dialog antara Wakil Ketua Dewan Penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), M Hatta Rajasa, dan jajaran pengurus SMSI Pusat yang berlangsung di Gedung 6, Jalan Darmawangsa Raya Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 19 Februari 2020 malam. Foto Ist.

sinarpidie.co--Migrasi besar-besaran surat kabar cetak ke digital tak bisa dibendung sehingga intensitas informasi yang disajikan tentu tak melulu bersifat peristiwa tapi juga kelengkapan data menjadi referensi, yang mendekatkan surat kabar pada ilmu pengetahuan. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh, dalam dialog antara Wakil Ketua Dewan Penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), M Hatta Rajasa, dan jajaran pengurus SMSI Pusat yang berlangsung di Gedung 6, Jalan Darmawangsa Raya Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 19 Februari 2020 malam. 

”Lantas, siapa pun yang tidak mengeksplore data tentu akan tertinggal. Lalu apa goal-nya, tentu saja ilmu pengetahuan. Mencerdaskan kehidupan bangsa,” ucap mantan Menteri Komunikasi dan Informatika ini, dalam keterangan tertulis yang diterima sinarpidie.co, Kamis, 20 Februari 2020.

Pola data informasi dan sistem, sambung lulusan S1 Teknik Elektro ITS pada 1983, itu, tentu akan terus terbarukan sehingga nantinya akan ada basis data yang secara jelas dapat diolah menjadi informasi. ”Maka pendekatannya knowledge. Nah ini menjadi kombinasi yang memanfaatkan big data dan bermanfaat,” papar mantan Menteri Pendidikan Nasional, itu.

Pria kelahiran Surabaya 17 Juni 1959 itu menjelaskan ekspoitasi data dan pentingnya kreativitas akan melahirkan jurnalis-jurnalis yang kritis. ”Jangan asal kritik. Saya dulu sering sekali dikritik tapi saya pahami ini bagian dari alam yang ada. Tapi sekarang kok rasanya menghilang ya, orang-orang yang mengkritisi saya itu, ke mana mereka,” kata Nuh, seraya disambut tawa jajaran pengurus SMSI yang duduk dalam satu meja, itu. 

Nuh pun menyambut baik program prioritas SMSI yang saat ini sedang menjalani proses tahap akhir menjadi konstituen Dewan Pers. ”Dewan pers sangat menyambut baik apa yang menjadi harapan besar SMSI. Tahapan pun terus berjalan. Kalau pun ada yang tertinggal dalam proses faktual, pemenuhan syaratnya harus bolak-balik dan menunggu, ya maknai saja ini bagian dari proses,” ucap Nuh.

Ketua Umum SMSI Firdaus mengaku lega dengan pemaparan yang disampaikan. ”Ini seperti gayung bersambut. Kesempatan yang diberikan selaras dengan semangat yang diharapkan. SMSI sejak awal memiliki program prioritas, yakni menjadi konstituen Dewan Pers,” kata pendiri SMSI, itu. []

Komentar

Loading...