Kesalahan Penganggaran Berdampak pada Kualitas Pekerjaan Pustu yang buruk dan tak Sesuai Perencanaan

·
Kesalahan Penganggaran Berdampak pada Kualitas Pekerjaan Pustu yang buruk dan tak Sesuai Perencanaan
Gedung Pukesmas Pembantu (Pustu) Putoh Gampong Rungkom Kecamatan Batee, Pidie, pada tahun 2019 belum rampung dan tidak dilanjutkan tahun ini. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co— Belanja konsultasi perencanaan dan pengawasan 10 puskesmas pembantu atau Pustu pada tahun anggaran 2019 senilai Rp 180.821.000 salah penganggaran. Biaya perolehan aset tersebut dianggarkan pada belanja barang dan jasa. Seharusnya, kegiatan-kegiatan tersebut dianggarkan pada belanja modal.

“Sesuai jenis aset tetapnya,” demikian dikutip dari Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie tahun anggaran 2019.

Kepala Dinas Kesehatan Efendi SSos MKes mengatakan hal tersebut terjadi karena kesalahan menganggarkan anggaran pada pos anggaran. “Sehingga terjadi temuan,” kata Efendi, Selasa, 1 September 2020.

Kata dia, dirinya sebagai Kepala Dinas Kesehatan Pidie sudah mengingatkan pada bawahannya yang membidangi perencanaan untuk memperbaiki kesalahan tersebut ke depan. “Ke depan harus hati-hati dalam penganggaran sesuai dengan posnya masing-masing,” ujarnya.

Kesalahan penganggaran kegiatan perencanaan dan pengawasan pembangunan pada tahun anggaran 2019 lalu terjadi pada perencanaan dan pembangunan Pustu Blang Dhot, Pustu Bungie, Pustu Putoh Gampong Rungkom, Pustu Dayah Beureueh, dan Pustu Reubat.

Baca juga:

BPK juga mencatat, pada 2019, kesalahan penganggaran juga terjadi pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Pidie dengan total Rp 14.173.342.340.

Kualitas pekerjaan buruk dan tak sesuai perencanaan

Kesalahan penganggaran tersebut diduga berdampak pada tak tercapainya realisasi fisik pembangunan pustu-pustu tersebut.

Pada tahun anggaran 2019, Dinas Kesehatan Pidie sedikitnya membangun empat puskesmas pembantu atau Pustu, yaitu Pustu Reubat, Kecamatan Mutiara Timur, dengan anggaran Rp 500 juta; Pustu Putoh di Gampong Rungkom, Kecamatan Batee, dengan anggaran Rp 490 juta, Pustu Bungie, Kecamatan Simpang Tiga Rp 700 juta; dan Pustu Blang Dhot, Kecamatan Tangse Rp 797 juta.

Dari empat pustu tersebut, hanya satu pustu yang rampung dibangun pada 2019 dan telah difungsikan pada Januari 2020, yaitu Pustu Bungie, Kecamatan Simpang Tiga.

Kepala Dinas Kesehatan Pidie Efendi SSos MKes sebelumnya mengatakan pembangunan Pustu Blang Dhot, Tangse, misalnya, dengan anggaran Rp 797 juta, tidak dirampung karena lahan tempat bangunan tersebut berdiri membutuhkan penimbunan. "Materialnya banyak habis," katanya, Senin, 23 Maret 2020 lalu.

Selain itu, ia juga mengatakan mengatakan realisasi pembangunan Pustu Putoh di Gampong Rungkom, Kecamatan Batee, tersebut sudah sesuai kontrak. "Kontrak pembangunan memang tak selesai sepenuhnya tahun lalu dan akan dilanjutkan tahun 2021,” kata Efendi, Selasa, 10 Maret 2020 lalu. []

Loading...