Laporan utama/Bincang

Kepala BNNK Pidie: Pengguna Narkoba yang Datang Sukarela untuk Direhabilitasi tidak Akan Kita Tangkap

·
Kepala BNNK Pidie: Pengguna Narkoba yang Datang Sukarela untuk Direhabilitasi tidak Akan Kita Tangkap
Kepala BNNK Pidie AKBP Werdha Susetyo SE (sinarpidie.co/Ayu Muliana).

sinarpidie.co--Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) adalah instansi vertikal dari Badan Narkotika Nasional (BNN). Kedudukan dan kewenangan instansi ini diatur dalam Pasal 5 huruf (j) Junto Pasal 31 Peraturan Presiden RI nomor 23 Tahun 2010 Tentang Badan Narkotika Nasional.

BNNK Pidie sendiri terbentuk pada 20 September 2016. Sebelumnya, keberadaan instansi ini diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 83 tahun 2007 tentang Badan Narkotika Nasional, Badan Narkotika Propinsi, dan Badan Narkotika Kabupaten/Kota.

“BNNK Pidie sendiri awalnya bernama BNK, yang dijabat oleh Wakil Bupati. Setelah vertikal, pada tanggal 20 September 2016, BNK menjadi BNNK,” kata Kepala BNNK Pidie AKBP Werdha Susetyo SE pada sinarpidie.co, Selasa, 2 Januari 2018.

sinarpidie.co mewawancarai AKBP Werdha Susetyo SE di ruang kerjanya di Kantor BNNK Pidie di Gampong Blang Paseh, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, Selasa, 2 Januari 2018. Berikut petikan wawancaranya.

Apa yang membedakan BNNK dengan kepolisian dalam penanganan kasus narkoba?

BNNK dengan kepolisian, dalam penanganan kasus narkoba, sebenarnya sama.

BNNK Pidie sendiri awalnya bernama BNK, yang dijabat oleh Wakil Bupati. Setelah vertikal, pada tanggal 20 September 2016, BNK menjadi BNNK. Sudah diresmikan. Anggotanya terdiri dari unsur pemerintahan daerah dan kepolisian.

Kami punya program P4GN. Pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba. Di dalam BNNK sendiri ada seksi pencegahan, seksi pemberantasan, dan seksi rehabilitasi. Jadi, ketiga seksi ini memiliki pola kerja yang sinergis dalam melakukan program P4GN di Pidie.

Yang kami cari bandar-bandar besarnya terlebih dahulu. Kami membangun sebuah jaringan untuk menyelidiki siapa-siapa saja pemain di Kabupaten Pidie.

Berapa jumlah kasus narkoba yang telah diungkap BNNK Pidie? Apakah jumlah kasus mengalami peningkatan atau penurunan dari tahun sebelumnya?

Untuk 2017 kita belum fokus pada penangkapan. BNNK Pidie sendiri untuk saat ini sedang memetakan jaringan-jaringan narkoba. Dari bandar sampai pengedarnya. Kita ingin tahu siapa saja para pemain di Pidie ini. Kita lihat, pasokan-pasokannya dari mana. Ibaratnya, jika kita langsung ke penangkapan, kita seperti berjalan dengan mata tertutup. Kalau sudah terpetakan jaringannya, ketika dilakukan penangkapan, itu sudah mudah.

Adakah kasus-kasus tindak pidana pencucian uang yang diendus dan diungkap?

Di lapangan memang terendus adanya tindak pidana pencucian uang dalam bentuk aset dan biasanya ini terjadi bersamaan. Kita sudah tahu kok, di sini, para bandar-bandar yang telah memiliki aset. Tinggal tunggu, ketika dilakukan pendalaman, apakah para bandar ini juga menyimpan barang haram itu di tempat yang sama. Dan dari tahun ke tahun, kita lihat kasus narkoba semakin meningkat hal ini bisa dilihat misalnya, di Rutan Benteng. Dari 400 tahanan, 300 di antaranya adalah mereka terjerat kasus narkoba.

Di Lapas perempuan, juga masalah narkoba yang paling banyak. Jadi kurir. Jadi, kita harus tahu akar masalahnya. Mengapa orang-orang ini mau jadi kurir. Mengapa mau jadi bandar. Mengapa mau memakai. Di sini kalau kita lihat, tampaknya hal itu berkaitan dengan kesejahteraan.  Kalau kita lihat, ini hanya faktor ekonomi.

Penanganan bagi pengguna atau pencandu seharusnya tidak pada tindakan hukum. Seharusnya mereka menjalani rehabilitasi. Sedangkan yang harus ditangkap adalah bandar /pengedar dan pelaku tindak pidana pencucian uang. Bagaimana menurut pendapat Anda?

Jika pengguna narkoba di bawah dua gram, jika dia ditangkap, kita bisa merekomendasikan untuk direhabilitasi. Jika sudah di atasnya, harus kita tindaklanjuti, apalagi bandar atau pengedar. Dan rehabilitasi punya aturannya tersendiri. Jangan sampai para bandar berlindung di balik rehabilitasi.

Apakah distribusi anggaran BNNK Pidie menitikberatkan pada kegiatan pencegahan?

2018 ini anggaran terbesar itu di pencegahan. Mengapa ini penting? Karena pencegahan dan edukasi pada mayarakat untuk demand reduction (pengurangan permintaan-red). Sosialisasi, pencegahan penggunaan narkoba, khususnya pada orang-orang tua agar mereka lebih mengerti tingkah pola prilaku anak untuk pencegahan dini penggunaan narkotika. Tujuannya untuk menurunkan permintaan (narkoba-red). Sebab, dengan adanya demand (permintaan), maka membuat adanya market (pasar). Anggarannya berasal dari APBN. Kemudian ada pemutusan mata rantai. Juga masalah pemberantasan. Dan Rehabilitasi ini semua itu sudah dibayar oleh Negara. Kalau ada orang yang mau datang dengan sukarela, walaupun dia sudah menjadi pemakai selama 10 tahun, itu akan kita obati. Tidak akan pernah kita tangkap atau kita tuntut pidananya.

Bagaimana dengan kegiatan rehabilitasi/ terapi dll? Adakah target minimal untuk merehabilitasi pecandu narkoba yang ditetapkan BNNK Pidie?

Sampai dengan 2017, jumlah pengguna narkoba yang telah direhabilitasi 25 orang. Target minimalnya 20 orang. 20 yang ditetapkan. Tapi bisa saja lebih. Dan itu kita sudah kita siapkan dana cadangan. Namun, jika lebih pun, kita akan minta pada BNN Pusat. Kita akan layani.

Untuk fasilitas rehabilitasi tersebut bisa rawat inap yang kita rujuk ke panti rehabilitasi di Banda Aceh dan bisa rawat jalan. Dan biayanya gratis, dibiayai oleh Negara. Sampai dengan biaya pasca-rehabilitasi juga didukung Negara.

Apa program prioritas BNNK Pidie pada 2018 ini?

Untuk  2018, semua program akan diunggulkan seperti rehabilitasi dan pemberantasan narkoba. Kita tetap merujuk kerangka P4GN. BNNK juga bekerja sama dengan pemerintah daerah agar lebih bersinergis dalam pemberantasan narkoba. Dan Alhamdulillah, selama ini, pemerintah daerah sangat membantu. Mendukung kegiatan kita. Forkominda juga demikian.

Baca juga:

Yang terpentingnya adalah pendekatan pada orangtua dalam mengawasi anak anak mereka agar terhindar dari penggunaan narkoba. Harus bisa menyikapi perubahaan prilaku anak. []

Loading...