Kejati Aceh Komit Tuntaskan 3 Kasus Korupsi Tahun Ini

·
Kejati Aceh Komit Tuntaskan 3 Kasus Korupsi Tahun Ini
Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Irdam SH MH, saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kejaksaan Negeri Pidie, Kamis, 19 September 2019. (sinarpidie.co/Firdaus).

sinarpidie.co—Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh tengah menuntaskan penanganan tiga kasus dugaan korupsi dalam tahun 2019 ini. Tiga kasus tersebut di antaranya dugaan korupsi keramba jaring apung (KJA) Sabang, penyertaan modal pada Perusahaan Daerah Kabupaten Simeulue, dan pengadaan tanah untuk pembangunan rumah guru di Kota Sabang.

“Ketiganya sudah di tahap penyidikan dan masing-masing kasus sudah ada tersangkanya,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Irdam SH MH, Kamis, 19 September 2019, saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kejaksaan Negeri Pidie. “Kita akan tuntaskan ketiga kasus tersebut tahun ini.”

Kejati Aceh, kata dia, memiliki sejumlah kegiatan pencegahan korupsi, di antaranya program jaga desa, jaksa menyapa, dan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D).

“TP4D sebagai sarana untuk mengawal pembangunan. TP4D jangan main-main seperti yang di Aceh Utara,” kata dia lagi.

Kajari Aceh Utara Edi Winarto dicopot dari jabatannya setelah Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung memeriksanya atas dugaan meminta dan menerima fee 2,5 persen pada Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Aceh Utara. Fee proyek tersebut disebut-sebut berkaitan dengan pengawalan TP4D.

“Sudah dibebastugaskan karena ada pelanggaran disiplin. Itu jadi pelajaran bagi yang lain agar jangan main-main,” kata Irdam, menegaskan.

Dalam dugaan kasus korupsi pengadaan proyek Keramba Jaring Apung (KJA), penyidik Kejati Aceh telah menyita uang Rp 36.260.875.000 dari PT Perikanan Nusantara (Perinus) yang memenangkan proyek tersebut pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun anggaran 2017. Lalu, dalam kasus penyertaan modal pemerintah daerah pada Perusahaan Daerah Kabupaten Simeulue (PDKS) yang bergerak di sektor perkebunan sawit, mantan Bupati Simeulue, Darmili, telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi pada perusahaan yang berdiri dengan menyedot keuangan negara sebesar anggaran Rp 227 miliar, itu. Selanjutnya, mantan Wali Kota Sabang, Zulkifli H Adam, juga telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan rumah guru di Kota Sabang. []

Komentar

Loading...