Kejari Pidie: Tersangka Baru dalam Kasus Pengadaan Tanah Lapangan Bola Tergantung Fakta Persidangan

·
Kejari Pidie: Tersangka Baru dalam Kasus Pengadaan Tanah Lapangan Bola Tergantung Fakta Persidangan
Kepala Kejaksaan Negeri Pidie Efendi SH MH. (sinarpidie.co/DIky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Status empat saksi yang mengembalikan uang hasil korupsi dari kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) pengadaan tanah untuk lapangan sepakbola dan trek atletik di Gampong Pante Garot, Kecamatan Indrajaya, Pidie— Rp 100 juta dari Budiman H Syamaun bin Alm Syamaun, Rp 20 juta dari Mustafa alias Kubeh bin Sabirin, Rp 40 juta dari Ishaq SKep, dan Rp 8 juta dari Zulkifli alias Tgk Dun— bisa saja ditingkatkan menjadi tersangka berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan.

Hal itu dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Efendi SH MH saat dikonfirmasi sinarpidie.co, Jumat, 13 Desember 2019.

“Kita mengacu pada dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan sebagai tersangka. Kalau fakta persidangan menunjukkan mereka ternyata memenuhi unsur bisa jadi statusnya ditingkatkan dan bisa jadi tidak,” kata Kejari Pidie Efendi SH MH.

Terpisah, Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian, mengatakan, pengembalian kerugian Negara atau pengembalian uang hasil korupsi tidak menghapuskan dipidananya pelaku tindak pidana korupsi.

“Kalau misalnya hari ini penyidik menyimpulkan pengembalian kerugian keuangan negara sudah dianggap niat baik itu akan melanggar pasal 4 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” kata Alfian menjelaskan.

Di samping itu, jika pelaku tindak pidana korupsi dibebaskan karena uang hasil korupsi dikembalikan, kata Alfian lagi, hal itu akan sangat berbahaya bagi penindakan hukum tindak pidana korupsi sendiri. “Karena kebijakan tersebut akan membuka peluang bagi semua orang untuk korupsi. Artinya, ketika ketahuan bisa dikembalikan kok dan tidak ditangkap. Dan itu pelanggaran hukum yang serius,” kata Alfian.

Diberitakan sebelumnya, pengembalian uang sejumlah Rp 100 juta dari Budiman H Syamaun bin Alm Syamaun, Rp 20 juta dari Mustafa alias Kubeh bin Sabirin, Rp 40 juta dari Ishaq SKep, dan Rp 8 juta dari Zulkifli alias Tgk Dun, menjadi salah satu barang bukti dalam sidang tindak pidana korupsi (Tipikor) kasus pengadaan tanah untuk lapangan sepakbola dan trek atletik di Gampong Pante Garot, Kecamatan Indrajaya, Pidie di Pengadilan Tipikor Banda Aceh.

Hal itu terungkap dalam daftar barang bukti yang diajukan pada persidangan dengan nomor perkara 70/Pid.Sus-TPK/2019/PN Bna atas nama terdakwa Drs H Arifin Rahmad.

Baca juga:

Penuntutan kedua terdakwa, masing Drs Arifin Rahmad dan Ibrahmid Nyakmad, dilakukan dengan berkas perkara yang terpisah. Kendati demikian, jadwal sidang keduanya ditetapkan pada waktu yang sama. Sidang pertama, dengan agenda sidang pertama dakwaan, digelar pada Jumat, 6 Desember 2019 dan sidang pembacaan eksepsi digelar pada Jumat, 13 Desember 2019 hari ini.

“Karena peran mereka beda-beda. Yang satu PNS dan satu lagi pihak swasta. Pasalnya juga itu beda-beda. Jadi memang harus splitsing,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Efendi SH MH.

Hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh terhadap  kerugian Negara untuk kasus korupsi pengadaan tanah seluas 10.780 m2 ialah Rp 1,1 miliar. []

 

Komentar

Loading...