Banner Stunting
Klik Tambang

Kebun Pisang di Dayah Miftahul Huda Al-Aziziyah Padang Tiji

·
Kebun Pisang di Dayah Miftahul Huda Al-Aziziyah Padang Tiji
Ribuan tanaman pisang ternanam begitu rapi di atas tanah seluas dua hektare di Dayah Miftahul Huda Al-Aziziyah Tgk Panglima Polem, di Gampong Cot Paloh, Kecamatan Padang Tiji, Pidie. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Ribuan tanaman pisang ternanam begitu rapi di atas tanah seluas dua hektare di Dayah Miftahul Huda Al-Aziziyah Tgk Panglima Polem, di Gampong Cot Paloh, Kecamatan Padang Tiji, Pidie.

Sabtu, 16 Juni 2019 lalu, sinarpidie.co menyambangi lahan tanaman pisang yang dikelola oleh Kamarudddin, 34 tahun, yang juga guru mengaji di dayah tersebut.

Ia mengatakan, awalnya tanah tersebut merupakan lahan kosong atau lahan tidur. Lalu, ia bersama dua rekannya yang juga guru mengaji di sana sepakat memanfaatkan lahan tersebut untuk menanam tanaman pisang.

 “Setelah melakukan pembersihan lahan, kemudian kita tanam sekitar 3.500 batang bonggol pisang (bibit) di lahan itu. Dan untuk menghindari penyakit fusarium karena bisa tergenang air, dibuat parit untuk mengaliri air yang tergenang,” kata Kamaruddin.

Tanaman pisang ini, kata dia lagi, menggunakan pola tanam dengan jarak 3 meter x 2,5 meter dalam satu batang.

“Setelah berumur enam bulan, dan sudah tumbuh beberapa anakan di lingkarannya, anakan yang tumbuh itu jangan dipotong semua. Ditinggal dua anakan saja, untuk bisa berkembang selanjutnya. Sistem tanam begini, dalam satu kali tanam bisa mendapat tiga kali panen, melalui anakan pisang yang ditinggal dua batang tadi,” kata Kamaruddin menjelaskan.

Untuk proses perawatan, kata dia, yang paling penting adalah melakukan penyemprotan gulma, dalam dua bulan sekali. Gulma yang tumbuh harus segera dibasmi dengan pestisida cair Roundup.

“Lalu pembersihan daun kering, dan pemupukan NPK sebanyak dua ons dalam satu batang pohon pisang,” tuturnya.

Kini, tanaman pisang tersebut tumbuh subur dan menghijau. Umurnya sudah mencapai 10 bulan sejak ditanam dan tingginya mencapai dua meter lebih. Setiap pohon sudah berbuah. Dalam satu tandan, terdapat 8 sampai 10 sisir pisang.

Kamarudddin, 34 tahun. (sinarpidie.co/Diky Zukarnen).

"Jika kualitas pisang bagus atau kategori super, harganya dalam satu tandan Rp 60 ribu, kategori sedang Rp 40 ribu dan kategori biasa Rp 30 ribu. Kalau harga pisang satu tandan Rp 40.000 dikalikan 3000 tandan dalam setahun maka hasilnya mencapai 120  juta. Tapi itu belum dipotong biaya perawatan, pupuk dan ongkos kerja. Hasil produksi tanaman pisang ini nantinya akan digunakan untuk biaya operasional Dayah Miftahul Huda Al-Aziziyah Tgk Panglima Polem,” tutupnya.

Dipasarkan ke Batam dan Medan

M Isa, 48 tahun,  warga Gampong Siren Tanjong, Kecamatan Padang Tiji, Pidie, yang berprofesi sebagai pengepul pisang menuturkan, dalam satu minggu, ia memasok pisang ke Batam dan Medan sebanyak 25 ton lebih dengan menggunakan mobil colt.

Pisang tersebut ia beli dari petani di Padang Tiji dan di Kecamatan Muara Tiga. Jenis pisang yang ia tampung dari petani adalah barangan jumbo Rp 60 ribu per tandan dan pisang super Rp 50.000 sampai 55.000 per tandan.

“Sudah sekitar sepuluh tahun saya beli pisang dari petani padang Tiji dan jual ke Batam dan Medan. Di sana, pisang Padang Tiji  dijual lagi nanti di supermarket dan dijual lagi di pasar pagi kalau di Batam,” kata M Isa. []

Komentar

Loading...