Kasus Lapangan Bola di Pante Garot Terungkap, Budiman Syamaun Kembalikan Uang Rp 100 juta pada Jaksa

·
Kasus Lapangan Bola di Pante Garot Terungkap, Budiman Syamaun Kembalikan Uang Rp 100 juta pada Jaksa
Lokasi pengadaan tanah untuk lapangan sepakbola dan trek atletik di Gampong Pante Garot, Kecamatan Indrajaya, Pidie. Dok. sinarpidie.co.

sinarpidie.co—Pengembalian uang sejumlah Rp 100 juta dari Budiman H Syamaun bin Alm Syamaun, Rp 20 juta dari Mustafa alias Kubeh bin Sabirin, Rp 40 juta dari Ishaq SKep, dan Rp 8 juta dari Zulkifli alias Tgk Dun, menjadi salah satu barang bukti dalam sidang tindak pidana korupsi (Tipikor) kasus pengadaan tanah untuk lapangan sepakbola dan trek atletik di Gampong Pante Garot, Kecamatan Indrajaya, Pidie di Pengadilan Tipikor Banda Aceh.

Hal itu terungkap dalam daftar barang bukti yang diajukan pada persidangan dengan nomor perkara 70/Pid.Sus-TPK/2019/PN Bna atas nama terdakwa Drs H Arifin Rahmad.

Koordinator Badan Pekerja Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian, menyoroti tidak ditetapkankan 4 nama yang telah mengembalikan uang tersebut sebagai tersangka dalam kasus ini.

“Pengembalian kerugian keuangan Negara tidak dapat menghapus pidana,” kata Alfian pada sinarpidie.co, Jumat, 13 Desember 2019.

Penelusuran sinarpidie.co pada laman sistem informasi penelusuran perkara Pengadilan Negeri Banda Aceh, penuntutan kedua terdakwa tersebut dilakukan dengan berkas perkara yang terpisah. Kendati demikian, jadwal sidang keduanya ditetapkan pada waktu yang sama. Sidang pertama, dengan agenda sidang pertama dakwaan, digelar pada Jumat, 6 Desember 2019 dan sidang pembacaan eksepsi digelar pada Jumat, 13 Desember 2019 hari ini.

Baca juga:

Drs H Arifin dan Ibrahim Nyak Mad didakwa melanggar pasal 2 ayat (1) Jo pasal 3 Jo pasal 18 ayat (1) huruf a, b ayat (2) dan (3) Undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar. []

Komentar

Loading...