Kasus Korupsi APBG Blok Bengkel Ditingkatkan ke Penyidikan, Keuchik Blok Bengkel: Saya Dijebak Tuha Peuet

·
Kasus Korupsi APBG Blok Bengkel Ditingkatkan ke Penyidikan, Keuchik Blok Bengkel: Saya Dijebak Tuha Peuet
Keuchik Gampong Blok Bengkel, M Ashrien. (sinarpidie.co/ Candra Saymima)

sinarpidie.co - Kasus dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Gampong Blok Bengkel, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, telah ditingkatkan ke penyidikan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie, Gembong Priyanto SH MHum, melalui Kasipidsus pada Kejari Pidie, Naungan Harahap SH MH, mengatakan penyidikan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Pidie Nomor: Print-02/L1.11/Fd.1/08/2021 tanggal 30 Agustus 2021. "Hari ini kami memeriksa lima saksi," kata Kasipidsus pada Kejari Pidie, Naungan Harahap SH MH, Kamis, 2 September 2021.

Kelima saksi tersebut adalah Tuha Peuet Gampong Blok Bengkel, yaitu Ketua Tuha Peuet Rizwan Abbas, Wakil Ketua Tuha Peuet Taufik Dasirin, Sekretaris Tuha Peuet Junaidi Munir, anggota Tuha Peuet Sofyan Ali, dan anggota Tuha Peuet Abdul Arief Kaoy.

Informasi yang dihimpun sinarpidie.co pada Inspektorat Pidie, Keuchik Gampong Blok Bengkel, M Ashrien, belum mengembalikan kerugian negara ke RKUG Gampong Blok Bengkel sebesar Rp 260 juta, berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Kasus (LHPK) APBG Gampong Blok Bengkel tahun anggaran 2016 hingga 2019, yang terbit pada 21 Mei 2021 dan jatuh tempo pada 22 Agustus 2021 lalu.

Susunan pengurus BUMG Gampong Blok Bengkel periode 2017-2019. Dok. sinarpidie.co.

Merasa dijebak Tuha Peuet

Keuchik Gampong Blok Bengkel, M Ashrien, mengatakan bahwa dirinya merasa dijebak oleh Tuha Peut Gampong Blok Bengkel dan perangkat desa di gampong setempat.

"Tidak ada kegiatan fiktif. Yang ada hanya kekurangan volume pengerjaan. Kekurangan volume dalam proyek-proyek gampong merupakan tugas tuha peuet gampong (TPG) yang awasi, tapi TPG tidak pernah melaporkan kekurangan tersebut pada saya," katanya, Kamis, 2 September 2021. "Yang ada mereka mengumpulkan semua temuan mereka, dan melaporkan saya pada aparat penegak hukum. Yang buat APBG itu Sekdes. Saya hanya menandatangani saja. Seharusnya bukan saya sendiri yang menanggung pengembalian kerugian negara."

Ashrien menyatakan bahwa dirinya tidak akan melarikan diri dan akan mengembalikan semua kerugian negara ke RKUG Gampong Blok Bengkel. "Saya hanya meminta kelonggaran waktu. Semua akan saya kembalikan," kata Ashrien lagi.

Pengembalian kerugian negara tak hapus tindak pidana korupsi

Mahzal Abdullah, Ketua Umum HMI Cabang Sigli, mengatakan bahwa dalam kasus tindak pidana korupsi, pengembalian kerugian negara tidak menghapus tindak pidana korupsi. 

"Perlu ada kepastian hukum terhadap pelaku tindak pidana korupsi sebagai efek jera," katanya, Rabu, 1 September 2021. "Harus ada kepastian hukum meski nanti ada pengembalian kerugian negara agar marwah penegak hukum di mata masyarakat terjaga." []

Loading...