Banner Stunting
Klik Tambang

Kesehatan

Kasus DBD Tersebar di Semua Kecamatan di Pidie

·
Kasus DBD Tersebar di Semua Kecamatan di Pidie
Sumber foto: jatimtimes.com.

sinarpidie.co—Sebaran kasus demam berdarah atau DBD  terjadi di 23 kecamatan di Pidie selama 2018. Sejak Januari hingga Juni 2018, Dinas Kesehatan Pidie mencatat 60 kasus DBD.

“Paling banyak kasus DBD itu di tempat yang tingkat kebersihannya kurang dan ada rawa-rawa. Kecamatan Pidie dan Kecamatan Kota Sigli paling tinggi kasus DBD. Rata-rata semua kecamatan sudah ada kasus,” kata Said Ihsan SKM, Kepala Seksi (Kasi) Program Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) pada Dinas Kesehatan Pidie, Senin, 3 Desember 2018 lalu di Sigli.

Dia mengatakan, untuk menekan angka kasus DBD di Kabupaten Pidie, pihaknya, melalui perwakilan (kader-red) di setiap Pukesmas, selalu memberikan penyuluhan kepada masyarakat. “Kami punya perwakilan di setiap kecamatan yang melaksanakan penyuluhan tentang DBD,” lanjutnya.

Disinggung mengenai apakah Dinas Kesehatan melakukan fogging di 23 kecamatan tersebut, dia menjawab, fogging bukanlah cara yang tepat untuk memutus mata rantai virus DBD.

“Prilaku hidup bersih harus ditingkatkan, terlebih di bulan-bulan musim penghujan ini, seperti melakukan gotong royong dii tanah-tanah kosong dan bersihkan tempat perindukkan nyamuk. Ada pengamatan jentik yang dilakukan oleh kader di masing-masing Puskesmas. Itu kegiatan-kegiatan yang efektif. Sedangkan fogging, itu dilakukan untuk membunuh nyamuk dewasa yang sudah mengandung virus DBD. Artinya tidak terlalu efektif. Yang efektif ialah pengamatan jentik nyamuk secara rutin dan pemberantasan sarang nyamuk. Jadi tidak bisa fogging saja,” kata dia, menjelaskan.

Selama tahun 2017, sejak Januari-Desember lalu, tercatat 357 kasus DBD di Pidie.[]

Komentar

Loading...