Kasubag Umum RSUD TCD: Jiregen Bekas Cuci Darah untuk Wadah Oli Bekas dan Pot Cabai

·
Kasubag Umum RSUD TCD: Jiregen Bekas Cuci Darah untuk Wadah Oli Bekas dan Pot Cabai
Ilustrasi limbah B3. Sumber ilustrasi: medcom.id.

sinarpidie.co - Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Umum Bagian Umum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teungku Chik Ditiro Sigli, Azhar SKM, mengatakan jumlah jerigen bekas cuci darah pasien di Instalasi Hemodialisa (HD) RSUD Teungku Chik Ditiro Sigli yang pernah ia ambil hanya sekitar 30 jerigen. "Saya ada ambil untuk mengisi oli bekas. Oli bekas saya beli untuk cat pagar rumah. Saya juga ada ambil untuk dijadikan pot tempat penanaman cabai. Hanya dua kali saya ambil," katanya, Kamis, 17 Desember 2020 kemarin. "Saya tidak pernah dipanggil oleh Reskrim Polres Pidie. Mungkin Azhar yang lain."

Diberitakan sebelumnya, Andika, 26 tahun, petugas cleaning service (CS) di Instalasi Hemodialisa (HD) RSUD Teungku Chik Ditiro Sigli, mengatakan Kasubag Umum Azhar SKM mengangkut jiregen bekas cuci darah pasien dalam beberapa kali angkut dan dalam waktu yang berbeda-beda dengan mobil Toyota Rush.

“Berbeda dengan kami di HD yang hasil penjualan jerigen digunakan untuk uang minum petugas dan dibukukan oleh Bendahara HD, jiregen-jiregen yang diangkut oleh Azhar Umum dia angkut sendiri. Saya tidak menerima uang dari dia, dan saya tidak tahu ke mana jiregen-jiregen tersebut dia bawa,” ungkapnya, Selasa, 15 Desember 2020. “Ratusan jumlah jiregen yang diangkut Azhar Kasubag Umum.”

Kata Andika, "Saya dipanggil polisi sekali. Kepala HD, dr Iwan Taruna, juga dipanggil. Bendahara ruangan HD, Azhar, ikut dipanggil. Kemudian, polisi juga memanggil Azhar Kasubag Umum."

Baca juga:

Hingga berita ini diturunkan, sinarpidie.co belum memperoleh konfirmasi dari pihak Polres Pidie terkait status kasus tersebut meski surat permohonan wawancara telah dikirimkan.

Karir moncer Azhar SKM

Azhar SKM lahir di Nangrhoe Timu, Kecamatan Ulim, Pidie Jaya, pada 4 November 1978. Ayah empat anak ini bekerja di RSUD Teungku Chik Ditiro Sigli sejak 2000 silam sebagai tenaga bakti. Pada 2006, ia diangkat menjadi PNS. "Pertama, saya di ruang bedah, kemudian di ruang dalam, poli dan UGD. Di UGD, saya bekerja selama delapan tahun," katanya.

Baca juga:

Bertahun-tahun, pria yang pada 2018 ini masih tercatat dengan pangkat atau golongan penata muda tk.I/ III/b ini menjadi perawat pelaksana lalu menjadi perawat mahir. Dia menjadi Kasubag Umum RSUD Teungku Chik Ditiro Sigli pada 16 April 2018. Pada 1 Oktober 2019, Azhar berpangkat penata III/c. []

Loading...