Kadistanpang Pidie: Sumur Bor di Gampong Siron Paloh Padang Tiji tidak Fiktif

·
Kadistanpang Pidie: Sumur Bor di Gampong Siron Paloh Padang Tiji tidak Fiktif
Nilai kontrak pembangunan sumur bor di Gampong Suyo Paloh, Kecamatan Padang Tiji, yang bersumber dari DAK Fisik Bidang Pertanian pada tahun 2019 ialah Rp 171 juta. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co -  Nilai kontrak pembangunan sumur bor di Gampong Suyo Paloh, Kecamatan Padang Tiji, yang bersumber dari DAK Fisik Bidang Pertanian pada tahun anggaran 2019, ialah Rp 171 juta. "Di judul kegiatan memang di Gampong Siron Paloh. Namun, oleh ketua kelompok, yang juga keuchik di Gampong Siron Paloh, pembangunan dilakukan di Gampong Suyo Paloh. Kata keuchik, sawah itu berada di Siron Paloh meski secara administrasi lokasi tersebut berada di Suyo Paloh. Alasannya, di sana juga terdapat sawah milik warga Siron Paloh. Lahan tempat sumur bor tersebut dibangun sudah clear. Sudah ada surat hibah," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie, Ir Sofyan Ahmad, Sabtu, 10 April 2021.

Sumur bor tersebut dibangun untuk membantu mengairi sawah seluas sekitar empat hektare. Pembangunannya dikerjakan secara swakelola oleh kelompok tani. "Hibah dalam bentuk uang untuk pembangunan sumur bor tersebut masuk ke dalam rekening kelompok tani sesuai presentase realisasi pekerjaan di lapangan. Namun beberapa bulan setelah serah terima selesai, dinamo mesin dan meteran hilang dicuri. Untuk pengawasan dan pembinaan kelompok tani memang berada di penyuluh masing-masing kecamatan," katanya.

Untuk itu, kata Ir Sofyan, pihaknya akan mengevaluasi kinerja Balai Penyeluhan Pertanian (BPP) Padang Tiji. "Sebenarnya ketika barang-barang tersebut hilang maka harus ada laporan polisi. Jika tidak dilapor, akan menimbulkan tanda tanya: ada apa sebenarnya? Kinerja penyuluh memang akan kami evaluasi," tuturnya. "Kewenangan Dinas Pertanian dan Pangan Pidie hanya pada proses pelaksanaan terkait berapa realisasi fisik pengerjaan dan berapa realisasi keuangan sesuai dengan tahapan-tahapan pencairan dana."

Diberitakan sebelumnya, tiga bulan setelah PHO, dinamo pompa air sumur bor tersebut raib dicuri. Selain itu, meteran listrik juga ikut lenyap.

Baca juga:

Keuchik Gampong Siron Paloh, Kecamatan Padang Tiji, yang juga ketua kelompok tani untuk proyek tersebut, M Ali, mengatakan kedalaman sumur bor tersebut sekitar 30 meter.

Amatan sinarpidie.co di lokasi pembangunan sumur bor tersebut, items yang masih terlihat adalah pipa dengan lebar satu span atau 9 inci dan satu bangunan beton seperti pondok dengan alas papan dan pondasi beton dengan ukuran 1 x 1 meter persegi.

Kepala BPP Padang Tiji, Teuku Zulfikar, mengatakan pemilihan titik koordinat dan pelaksanaan pengerjaan proyek tersebut bukanlah berdasarkan usulan dan bukan hasil verifikasi pihaknya. "Buka rekening bank dan pencairan dana, pihak kami teken, itu tugas kami," katanya, "pengerjaan dilakukan sendiri oleh ketua kelompok. Lebih jelasnya coba tanya pada bidang PSP Dinas Pertanian." []

Loading...