Banner Stunting
Klik Tambang

Bincang

Kadis Pendidikan Pijay: Kerja-Kerja Pendataan Situs Cagar Budaya Butuh Dukungan Semua Pihak

·
Kadis Pendidikan Pijay: Kerja-Kerja Pendataan Situs Cagar Budaya Butuh Dukungan Semua Pihak
Kepala Dinas Pendidikan Pidie Jaya Saiful MPd. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Pada 2018 lalu, melalui Surat Keputusan Bupati, Bupati Pidie Jaya Aiyub Abbas menetapkan 21 situs cagar budaya di Pidie Jaya.

Situs-situs cagar budaya tersebut ialah: Makam Tgk. Dirubiah di Ulim, Makam Muda Balia di Gampong Sawang Bandar Baru, Makam Akhmad Khatib Langien, Batee Ma Sihe di Blang Dalam, Bandar Dua; Benteng Kuta Batee Manyang Lancok, Meureudu; Bungker Pinto Karo Sagoe, Trienggadeng; Gua Cot Manyang Sagoe, Trienggadeng; Makam Kuno Mns. Raya, Meurah Dua; Makam Malem Dagang Meunasah Kumbang, Ulim; Makam Panglima Nyak Dum di Mee Peuduek, Trienggadeng; Makam Raja-Raja Meureudu di Meunasah Raya, Meurah Dua; Makam Tgk Chik Di Mamplam Gampong Blang, Meurah Dua; Makam Tgk. Chik Di Ulim di Meunasah Kumbang, Ulim; Makam Tgk. Chik Pante Geulima di Brandeh Alue, Bandar Dua; Makam Tgk Di Bakoi Bale Ulim, Ulim; Makam Di Tulo, Bale Ulim; Makam Tgk. Japakeh di Dayah Kruet, Meurah Dua; Makam Wanchu di Gampong Mesjid Peuduek; Mesjid Baitu Abrar, Njong Bandar Baru; Mesjid Baiturrahman, Peuduek Trienggadeng; dan Sumur Kuno di Gampong Blang, Meurah Dua.

“Kita sudah menyerahkan data 21 situs cagar budaya tersebut ke provinsi untuk ditetapkan sebagai warisan budaya Kabupaten Pidie Jaya,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pidie Jaya Saiful MPd pada sinarpidie.co.

Pada 2019 ini, Dinas Pendidikan Pidie Jaya juga memiliki kegiatan untuk mendata 21 situs cagar budaya lainnya.

sinarpidie.co mewawancarai Kepala Dinas Pendidikan Pidie Jaya Saiful MPd pada Kamis, 17 Januari 2019 di Meureudu. Berikut petikan wawancaranya.

Apa yang melatarbelakangi Dinas Pendidikan Pidie Jaya tergerak untuk mengumpulkan bahan-bahan dan mendata situs sejarah di Pidie Jaya?

Karena saya ingin menyampaikan informasi tentang tokoh-tokoh sejarah dahulu pada masyarakat Pidie Jaya. Saya menganggap sejarah itu selalu hidup dan menjadi bagian yang akan dibangkitkan lagi sebagai tatanan kehidupan itu sendiri. Lalu, saya ingin menggali kembali sejarah di Pidie Jaya, agar masyarakat mengenal, mengetahui dan menghargai sejarahnya.

Sejak masih di Bappeda Pidie Jaya sekitar tahun 2013, saya sudah tergerak untuk mengumpulkan bahan-bahan tentang sejarah di pijay. Awalnya, saya tidak tertarik. Biasa-biasa saja, namun saat saya sudah di Dinas Pendidikan, saat berkunjung ke sekolah, saya melihat anak-anak sekolah tidak tahu soal sejarah di Pidie Jaya.

Dari itulah saya pun ingin membuat sejarah ini menjadi literasi siswa.

Dari kiri ke kanan: Kasi Kesenian dan Pertunjukan Marzuwan MPd, Kepala Dinas Pendidikan Pidie Jaya Saiful MPd, Kasi Cagar Budaya dan Museum Revi Juliandri SPdI, dan Kepala Bidang Kebudayaan dan Kesenian Nurjannah. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

Tujuan yang ingin dicapai?

Target yang ingin dicapai agar situs sejarah-sejarah di Pijay terdata dan ada yang menggali agar informasinya itu diketahui oleh generasi Pijay mendatang.

Saat ini di Pijay ada dua situs budaya yang sudah masuk daftar situs cagar budaya nasional, yaitu situs Masjid Madinah Teungku Japakeh Dayah Kruet Meurah Dua dan Masjid Teungku di Pucok Krueng Bracan. Dua situs yang sudah terdaftar itu menjadi aset sejarah nasional.

Baca juga:

Kemudian kita juga sudah menyerahkan data 21 situs cagar budaya tersebut ke provinsi, untuk ditetapkan sebagai warisan budaya kabupaten Pidie Jaya.

Akankah pekerjaan tersebut melibatkan dinas lain?

Kita juga ingin bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Pidie Jaya untuk membangkitkan program desa adat, agar setiap desa bisa menyampaikan informasi tentang apa situs sejarah di desa mereka.

Dan selanjutnya kita akan berkerjasama juga dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Aceh UPTD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dalam mendata situs-situs cagar budaya yang ada di Pijay.

Minimal ini menjadi pengetahuan baru bagi guru dan untuk diceritakan pada siswanya. Lalu, ini juga menjadi materi baru atau wawasan baru bagi siswa di Pijay.

Kerja-kerja mengumpulkan bahan dan narasi-narasi sejarah di Pidie Jaya ini membutuhkan kerja bersama dan dukungan semua pihak agar sejarah ini bisa tersampaikan dengan jelas ke publik. []

Komentar

Loading...