Bincang

Kabid Peternakan: RPH Beureunuen Mandek

·
Kabid Peternakan: RPH Beureunuen Mandek

sinarpidie.co--Biasanya, permintaan daging meningkat saat meugang—baik Idul Fitri maupun Idul Adha. Namun, tak sembarang ternak sebenarnya bisa lolos hingga ke lapak penjual daging. Ada prosedur pengecekan kesehatan dan surat keterangan kepemilikan yang ditandatangani keuchik. Proses tersebut akan mudah dipantau apabila penjual daging melakukan pemotongan di rumah potong hewan (RPH). Meskipun demikian, pemotongan di luar RPH dibenarkan selama pemilik dapat menunjukkan kartu potong hewan. Lalu, juru periksa daging mengecek kondisi daging yang sudah dipotong.

Di Pidie, hanya ada satu RPH, yakni RPH Beureunuen yang berada di dalam satu kompleks dengan Puskeswan dan pasar hewan, di Kecamatan Mutiara.

Senin 28 Agustus 2017, sinarpidie.co mewawancarai Ishak Ibrahim, Kabid Peternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan Pidie, di ruang kerjanya, di Sigli, Pidie.

Bisa dijelaskan tentang persediaan daging untuk meugang Idul Adha dan kurban di Pidie tahun ini?

Kita siapkan ternak dari dalam dan dari luar daerah. Untuk kurban, misalnya, ada hewan ternak dari Meulaboh, Aceh Besar, dan Medan juga sebagian. Itu dibawa pulang oleh pedagang-pedagang hewan. Persiapan untuk meugang Idul Adha.

Pemotongan di RPH Beureunuen?

Sejak dipindah dari Pasar Rakyat ke Gampong Baro Yaman, agak sedikit mandek. Kami sudah siapkan semua.

12 jam atau 24 jam sebelum pemotongan, lembu itu harus istirahat dulu, makanya kami sudah siapkan hingga los lembu dan los kambing di tempat itu.

Pagar tidak ada dan penimbunan (sering kebanjiran) pasar hewan, Puskeswan, dan RPH di Beureunuen, bagaimana Anda melihat persoalan itu?

Sudah diusulkan tapi tidak dikabulkan. Kita masukkan ke dalam dana Otsus, tapi dicoret. Saya tidak tahu di mana dihilangkan.

Obat-obatan untuk hewan?

Selama ini kita disharing oleh provinsi. Menurut saya lihat sumber penyakit, yang banyak dibutuhkan ya obat cacing. Obat cacing agak murah. Di pidie tidak ada penyakit terlalu berat. Tapi penyakit cacing harus kita sosialisasikan juga pada masyarakat.

Pertumbuhan lembu agak lambat. Terhambat pertumbuhan. Merugikan petani atau peternak untuk pencapaian berat badan ternak.

Bagaimana pendapat Anda tentang keberadaan RPH ilegal?

RPH milik juragan-juragan dibuat sendiri. Sekarang orang-orang kampung mulai komplain, karena menganggu lingkungan. Jadi kami jelaskan pada masyarakat, tolong juga katakan pada Pak keuchik, bahwa RPH kita sudah berfungsi sekarang.

Berapa retribusi untuk penggunaan RPH?

Penggunaan RPH, Rp 36 ribu, dalam qanun sepertinya segitu juga. Cuma kadang-kadang pedagang tidak bayar penuh.

Retribusi untuk Disperindagkop?

Kami hanya mengawasi kesehatan ternak. Kami hanya tahu dinas kami saja. Masing-masing fungsi. Mereka kan fungsi pasar.

Harga daging tanpa timbangan hewan, bagaimana Anda melihat hal itu?

Harga tafsir. Kesepakatan antara peternak dengan pembeli. Harga taksiran. Cuma sebaiknya punya timbangan. Kita pun mengupayakan ke arah sana. Jadi jelas. Misalnya berat hidup Rp 50 ribu per kilo, jadi peternak tidak dirugikan dan konsumen juga demikian.

Tumpang tindih antara dua dinas untuk perawatan tempat dll?

Memang hal itu terjadi. Waktu hujan kan becek, pedagang kan mengeluh. Itu memang kenyataan seperti itu. Kadang kami kompromi dengan Disperindagkop, apa kita tambak sedikit. Untuk kenyamanan pengguna jasa.

RPH dan pasar hewan di Beureuneun. (sinarpidie.co/Mutamimul Ula
RPH dan pasar hewan di Beureuneun. (sinarpidie.co/Mutamimul Ula

Apakah kutipan retribusi digunakan untuk operasional Puskeswan, RPH, dan Pasar Hewan?

Tidak dialokasikan setiap tahun. Kami mengusulkan sesuai kebutuhan. Desperindagkop punya UPTD untuk tiap pasar. Kami tidak punya malah.

Bagaimana tentang isu pasar hewan di Padang Tiji yang hendak direlokasi?

Saya pribadi ada dengar itu, tapi untuk kelembagaan di Dinas Pertanian dan Pangan Pidie, belum ada pembahasan sama sekali. Isu yang saya dengar dari pihak kecamatan, orang di sana ingin memajukan keude (pasar) Padang Tiji. Kalau pasar hewan di situ kan, jadinya orang berkumpul ke situ semua.

Bagaimana penyusunan laporan keuangan dari retribusi?

Kami pakai karcis. Kami setor ke Bendahara Dinas Pertanian dan Pangan Pidie. Bendahara setor ke kas PAD daerah. []

Loading...