Jembatan Gantung di Gampong Krueng Meriam Diduga Gagal Bangun

·
Jembatan Gantung di Gampong Krueng Meriam Diduga Gagal Bangun
Oprit jembatan gantung Gampong Krueng Meriam, Kecamatan Tangse, Pidie. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen)

sinarpidie.co— Rekonstruksi jembatan gantung di Duson Alue Lhok, Gampong Krueng Meriam, Kecamatan Tangse, Pidie, yang dikerjakan pada 2017 oleh CV. Lisa Leguna dengan nilai kontrak Rp 1.465.565.000 merupakan bangunan bawah, yang terdiri dari abutment, portal penahan kabel baja atau tiang gawang, dan blok angkur.

“Pada tahun 2018, kami bangun bangunan atas, lantai dan oprit. Oprit rusak karena banjir,” kata Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon) BPBD Pidie, yang juga PPTK kegiatan tersebut, Fauzan, pekan lalu.

Pada tahun 2018, rekonstruksi jembatan gantung Gampong Krueng Meriam (lanjutan) ditender dan dimenangkan CV. Grand Victory dengan nilai kontrak Rp 558.385.000.

Amatan sinarpidie.co di lapangan, lantai kendaraan jembatan tersebut lebih kecil daripada pelat injak, yang berfungsi untuk menahan hentakan pertama roda kendaraan ketika akan memasuki awal jembatan. Satu bangunan blok angkur atau pondasi blok angkur telah hilang, konon karena disapu banjir. Sisi kiri oprit jembatan, yang dicor begitu tipis, juga sudah roboh. Di dalam oprit, terlihat timbunan tanah yang sama sekali tidak padat.

Di bawah lantai jembatan tersebut tak ada gelagar, sehingga wire rope utama hanya memikul beberapa hanger (penggantung) tanpa terhubung dengan gelagar.

Sebelumnya, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon) BPBD Pidie, yang juga PPTK kegiatan tersebut, Fauzan, mengatakan, jembatan gantung di Dusun Alue Lhok, Gampong Krueng Meuriam, Kecamatan Tangse, itu, telah habis masa pemeliharaannya.

"Lebar lantai kendaraan (plat-red) memang 1, 80 meter dan panjangnya sekitar 50 meter. Dan itu sudah sesuai dengan kontrak,” kata Fauzan.

Jembatan yang menghabiskan total anggaran Rp 2 miliar tersebut bersumber dari pendapatan dari hibah Bantuan Rehab Rekon pada tahun 2017 sebesar Rp 67.733.428.388, yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). []

Komentar

Loading...