Kuliner

Jagung Bakar di Tangse

Jagung Bakar di Tangse
Ratna Dewi, 25 tahun, warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, KecamatanTangse, Pidie, membakar jagung dengan panggangan arang, Sabtu, 30 Mei 2020. (sinarpidie.co/DIky Zulkarnen).

sinarpidie.co- Sekitar 30 lapak dengan atap plastik yang disangga dahan pohon pinang, tempat di mana jagung bakar dijual, berjajar di pinggir jalan Beuruenuen-Tangse, tepatnya di Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie. Tempat duduk, yang terbuat dari pohon pinang, bagi para pengunjung sepanjang empat meter juga disediakan pada setiap lapak. Penjual jagung bakar di sana rata-rata perempuan berusia 20-an. Mereka mulai berjualan pada pukul 11.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Salah seorang penjual jagung bakar di sana, Ratna Dewi, 25 tahun, warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, membakar jagung dengan panggangan arang, Sabtu, 30 Mei 2020. Setelah dibakar selama 10 menit, jagung tersebut diolesi mentega, santan, dan saus.

Baca juga:

"Satu buah jagung bakar kami jual Rp 5 ribu. Selama lebaran banyak pengunjung yang singgah di hore hari. Dalam sehari lebih dari 100 buah jagung laku dibeli pengunjung," kata Ratna Dewi.

Setiap pagi pukul 06.00 WIB, Ratna Dewi pergi ke Pasar Lameulo atau Kota Bakti dengan menggunakan sepeda motor untuk membeli 150 buah jagung pada agen di sana. "Harga per buah kami beli dari agen Rp 2.000 per buah," sebutnya.

Penjual lainnya, Miftahul Jannah, 20 tahun, warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, mengatakan keuntungan yang diperoleh selama tiga hari menjual jagung bakar mencapai Rp 1 juta. "Selama lebaran saja dapat keuntungan segitu. Kalau hari-hari biasa tidak sampai segitu juga. Paling tiga hari hanya dapat untung Rp 400 ribu," kata Miftahul Jannah. []

Loading...