Jadi Narsum Satpel BRA, Aiyub Abbas Presentasikan Program Penyediaan Lahan Perkebunan bagi Mantan Kombatan GAM

·
Jadi Narsum Satpel BRA, Aiyub Abbas Presentasikan Program Penyediaan Lahan Perkebunan bagi Mantan Kombatan GAM
Bupati Pidie Jaya Aiyub Abbas (dua kiri) saat menjadi narasumber dalam rapat Koordinasi Penghubung dan Satuan Pelaksana (Satpel) Badan Reintegrasi Aceh (BRA) se-Aceh, yang dilaksanakan di Hotel Kyriad Muraya, Selasa, 8 Oktober 2019. Foto Ist.

sinarpidie.co-- Bupati Pidie Jaya, Aiyub Abbas, menjadi salah seorang narasumber dalam rapat Koordinasi Penghubung dan Satuan Pelaksana (Satpel) Badan Reintegrasi Aceh (BRA) se-Aceh, yang dilaksanakan di Hotel Kyriad Muraya, Selasa, 8 Oktober 2019.

Dalam persentasinya, ia memaparkan beberapa strategi kebijakan ataupun langkah-langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya dalam merealisasikan salah satu butir dalam MoU Helsinki, yaitu pengadaan lahan perkebunan bagi mantan kombatan GAM, tapol/napol, dan para korban konflik.

"Begitu saya jadi bupati, saya langsung merencanakan program tersebut, karena itu tanggung jawab saya sebagai koordinator penyediaan lahan untuk kombatan GAM," kata Aiyub Abbas dalam keterangan tertulis yang diperoleh sinarpidie.co, Rabu 9 Oktober 2019. "Saya merelealisasikan penyediaan lahan bagi mantan kombatan di Kabupaten Pidie Jaya agar menjadi contoh ataupun pilot projek untuk kabupaten/kota lain di Aceh."

Ia menjelaskan, sejumlah langkah yang ia lakukan untuk merealisasikan hal itu ialah berkoordinasi dan berkonsultasi  dengan instansi terkait seperti instansi kehutanan dan pertanahan nasional, sekaligus melakukan perencanaan kegiatan serta mempersiapkan anggaran untuk pemetaan, pembersihan, pembukaan lahan dan pembuatan jalan baru dari APBK, APBA dan APBN.

"Selanjutnya, membentuk panitia-panitia percepatan program penyediaan lahan. Dan yang terakhir, mempersiapkan pendataan kombatan GAM, tapol/napol dan masyarakat korban konflik yang valid oleh Satpel BRA Kabupaten Pidie Jaya serta mengatur pembagian penyediaan lahan dari tahap pertama dan seterusnya dengan ketersediaan anggaran yang ada," kata Aiyub Abbas.

Untuk diketahui, 100 mantan anggota GAM di Pidie Jaya telah memperoleh sertifikat tanah sebagai lahan perkebunan pada 15 Agustus 2019 lalu. Masing-masingnya mendapatkan lahan seluas 2 hektare. []

Komentar

Loading...