Inspiratif, Begini para Penyandang Disabilitas Kembangkan Usaha Jamur Tiram

·
Inspiratif, Begini para Penyandang Disabilitas Kembangkan Usaha Jamur Tiram
Tempat pembudidayaan tiram milik usaha Kelompok "Mudah Raseuki". (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Pada akhir 2017, NGO Islamic Relief mengadakan pelatihan budidaya jamur tiram untuk kelompok penyandang disabilitas di Gampong Meunasah Hagu, Kecamatan Pante Raja, Pidie Jaya.

Alhasil, terbentuklah kelompok usaha Kelompok "Mudah Raseuki".

Mardiana, 40 tahun, menjelaskan, kelompok tersebut beranggotakan 12 penyandang disabilitas yang terdiri dari laki-laki dan perempuan.

Jamur tiram tersebut dibudidayakan pada sebuah tempat yang bisa menampung sekitar 100 bibit jamur tiram.

"Adapun bahan baku yang dibutuhkan adalah, baglog (media tumbuh), kantong plastik pembungkus, serbuk gergaji, sekam padi, dan kapur pertanian. Kemudian bahan-bahan itu dicampur dan diaduk serta dibungkus ke dalam plastik yang kemudian tutup ujungnya," ujar Mardiana pada sinarpidie.co, 30 April 2018.

Proses awal hingga panen menghabiskan waktu sekira 25-30 hari. 

"Harganya sekitar 30 ribu-40 ribu per kilogram," kata dia.

Sesudah panen, hasilnya ditampung pihak Islamic Relief untuk dipasarkan.

"Biasanya mereka datang satu sampai dua minggu sekali. Mereka yang membuat pembukuannya. Dalam seminggu sekitar dua kantong plastik besar hasilnya. Perawatannya hanya menjaga kelembaban saja. Dalam sehari disiram sekitar 2-3 kali," kata Mardiana. []

Reporter: Diky Zulkarnen

Loading...