Inspektorat Pidie Limpahkan Dugaan Kasus Korupsi 2 Gampong ke Polisi dan Jaksa

·
Inspektorat Pidie Limpahkan Dugaan Kasus Korupsi 2 Gampong ke Polisi dan Jaksa
Kepala Inspektorat Pidie, Mustafa Kamal. Dok. sinarpidie.co.

sinarpidie.co -Inspektorat Pidie melimpahkan temuan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Khusus (LHPK) Gampong Meunasah Blang Sakti, Kecamatan Sakti, tahun anggaran 2016 sampai dengan tahun anggaran 2018,  ke Polres Pidie.

"Lalu, temuan dalam LHPK Gampong Jumphoih Adan, Kecamatan Mutiara Timur, tahun anggaran 2017 sampai dengan 2018, telah kita limpahkan ke APH Cabang Kejaksaan Negeri Pidie di Kota Bakti," kata Kepala Inspektorat Pidie, Mustafa Kamal, pada sinarpidie.co, Rabu, 30 Desember 2020.

Kata Mustafa, pelimpahan temuan dalam LHPK dua gampong tersebut pada aparat penegak hukum karena kedua gampong tersebut tidak mengembalikan kerugian negara ke RKUG selama 60 hari sejak LHPK tersebut mereka terima. "60 hari kerja itu 3 bulan, karena dalam satu bulannya terhitung 21 hari kerja," sebutnya lagi.

Baca juga:

Dalam LHPK Gampong Jomphoih Adan nomor 700/005/LJPK.IK/2020 tanggal 31 Januari 2020, dari total nilai kerugian negara Rp 323.308.484, yang disetor ke RKUG hanyalah Rp 10.000.000. Dengan kata lain, kerugian negara yang belum dikembalikan dan telah melewati batas 60 hari kerja adalah Rp 323.308.484.

Selanjutnya, dalam LHPK Gampong Meunasah Blang Sakti nomor 700/58/LHPK.IK/2020 tanggal 9 Juli 2020, dari total nilai kerugian negara Rp 408.588.926, yang disetorkan kembali ke RKUG hanyalah Rp 57.693.182. Artinya, nilai kerugian negara yang belum dikembalikan dan telah melewati batas 60 hari kerja adalah Rp 350.895.744. []

Loading...