Inspektorat Pidie Audit APBG 75 Gampong pada 2020, Nilai Kerugian Negara yang Ditemukan Rp 4,8 M

·
Inspektorat Pidie Audit APBG 75 Gampong pada 2020, Nilai Kerugian Negara yang Ditemukan Rp 4,8 M
Kepala Inspektorat Pidie, Mustafa Kamal. Dok. sinarpidie.co.

sinarpidie.co— Pada 2020, Inspektorat Pidie merilis 47 Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) APBG regular dan 28 Laporan Hasil Pemeriksaan Kasus (LHPK). Total kerugian negara yang termaktub di dalam 47 LHP APBG regular adalah Rp 1.230.930.153, dan kerugian negara yang tertera di dalam 28 LHPK adalah Rp 3.616.322.699.

Dari Rp 1.230.930.153 kerugian negara yang ditemukan di dalam 47 LHP regular, Rp 991.286.742 telah disetorkan ke kas 47 gampong, sedangkan realisasi pengembalian kerugian negara 28 gampong dalam LHPK: Rp 1.071.604.532 atau 29,63 persen dari Rp 3.616.322.699 kerugian negara yang ditemukan.

Inspektorat Pidie telah melimpahkan temuan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kasus (LHPK) Gampong Meunasah Blang Sakti, Kecamatan Sakti, tahun anggaran 2016-tahun anggaran 2018, dengan nilai kerugian negara yang belum dikembalikan Rp 350.895.744  ke Polres Pidie.

Lalu, temuan di dalam LHPK Gampong Jumphoih Adan, Kecamatan Mutiara Timur, tahun anggaran 2017 - tahun anggaran 2018, dengan nilai kerugian negara yang belum dikembalikan Rp 323.308.484, telah dilimpahkan Cabang Kejaksaan Negeri Pidie di Kota Bakti.

Dalam LHPK Gampong Dayah Keumala, Kecamatan Keumala, tahun 2016 hingga 2019, Inspektorat Pidie menemukan kerugian negara senilai Rp 400.186.925.

“Yang sudah disetorkan Gampong Dayah Keumala ke kas gampong Rp 83 juta. Batas waktu pengembalian kerugian negara ke kas gampong, 60 hari, sudah berakhir,” kata Kepala Inspektorat Pidie, Mustafa Kamal, Senin, 8 Maret 2021.

LHPK Gampong Dayah Keumala dirilis pada 18 Mei 2020 dengan nomor 700/052/LHPK.IK/2020.

Lebih parah lagi, Gampong Cut Reubee, Kecamatan Delima, juga belum menyetorkan sepeser pun kerugian negara senilai Rp 282.902.423 yang ditemukan di dalam APBG tahun anggaran 2017 dan 2018 ke kas gampong. Inspektorat melakukan pemeriksaan APBG Gampong Cut Reubee pada 5 Maret 2020 berdasarkan SPT 094/413/SPT/2020. LHPK gampong ini dirilis pada 31 Agustus 2020 dengan nomor LHP 700/85/LHP K.IK/2020.

Baca juga:

“Gampong Cut Reubee merupakan rekomendasi dari jaksa untuk kita audit. LHPK Gampong Cut Reubee telah kita berikan ke Kejaksaan Negeri Pidie,” sebutnya.

Hal yang tak jauh berbeda dengan Gampong Cut Reubee terjadi pada Gampong Mesjid Utue, Kecamatan Pidie. Dari 157,083.191 kerugian negara yang ditemukan Inspektorat Pidie dalam APBG 2016 hingga 2018 Gampong Mesjid Utue pada pemeriksaan tahun 2020, belum seper pun kerugian negara tersebut yang disetorkan ke kas gampong. LHPK Gampong Mesjid Utue dirilis pada 11 November 2020 dengan nomor LHP 700/161/LHPK.IK/2020. “Untuk Gampong Mesjid Utue masih ada waktu untuk ditindaklanjut,” tutur Mustafa. []

Loading...