Serba-serbi Ramadhan

Ini Lokasi Berburu Takjil di Kota Sigli

·
Ini Lokasi Berburu Takjil di Kota Sigli
Lapak pedagang takjil di Pasar Peukan Pidie, Selasa, 7 Mei 2019. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co--Bagi yang ingin mencari aneka takjil berbuka puasa di Kota Sigli, setidaknya ada di enam titik tempat di mana para pedagang menempati lapak berupa tenda di tepi jalan, yaitu Simpang  Empat Gampong Blang Paseh hingga ke depan Kantor Camat Kota Sigli  (sekira 30 lapak pedagang), di Jalan Perdaganggan dekat Jembaran Pante Teungoh, Kota Sigli (belasan lapak pedagang), di jalan Iskandar Muda dari Simpang Rawa hingga Simpang Kantor Golkar lama (sekira 35 lapak pedagang), depan Telkom  (sekira 9 lapak pedagang), Jalan Blok Sawah (15 lapak pedagang), dan di Jalan Sigli-Garot Pasar Peukan Pidie sekira 45 (lapak pedagang).

Memasuki hari kedua Bulan Ramadhan, Selasa, 7 Mei 2019, Heri, warga Gampong Pukat, Kecamatan Pidie, Pidie, penjual air tebu di Pasar Peukan Pidie mengatakan, pembeli mulai ramai setelah salat asar hingga magrib.

“Ketika saat berbuka puasa pun masih ada pembeli. Air tebu saya jual Rp 5000 per dua gelas. Untuk  retribusi dikutip sebesar Rp 2000, tapi saya beri Rp 5.000 sekalian untuk pembersihan ampas tebu saya,” kata dia, Selasa, 7 Mei 2019.

Ika Masyitah, 26 tahun, warga Meunasah Peukan, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, pedagang panganan berbuka puasa di Pasar Peukan Pidie, mengatakan, umumnya pembeli paling banyak membeli mie caluk, kue basah, dan gorengan.

“Pembeli mulai ramai ketika selesai Salat Ashar,” katanya.

Mariaton, 35 tahun,  warga Gampong Dayah Tuha, Kecamatan Batee, menempuh jarak cukup jauh dari tempat tinggalnya untuk membeli jajanan berbuka puasa.

“Ini saya sambilan jalan-jalan menunggu waktu berbuka. Ini saya beli pecal, es campur dan rujak manis,” katanya.

Volume sampah meningkat

Volume sampah di Pidie meningkat seiring dengan perubahan pola konsumsi masyarakat selama Bulan Ramadhan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pidie, Drs Muslem, mengatakan sampah yang paling banyak dihasilkan dalam dua hari ini ialah ampas tebu dan kulit kelapa muda.

“Volume sampah yang meningkat sekitar 30 persen dibandingkan hari biasa,” kata dia, Selasa, 7 Mei 2019.

Kata Drs Muslem lagi, petugas kebersihan memiliki beban kerja tambahan namun tak dibarengi dengan penambahan kompensasi. Hal itu, kata dia lagi, sudah menjadi kewajiban bagi Dinas Lingkungan Hidup Pidie dan petugas kebersihan di dalamnya.

“Gaji mereka tetap. Di TPS di Bank BRI biasanya jam 12 siang sudah habis. Bulan puasa mereka bekerja sampai sore hari. Armada pengangkut sampah dua kali harus ke TPA Cot Padang Nila. Kita paling hanya tambah minyak. Gaji mereka tetap,” kata dia. “Kita juga beri sosialisasi ke pedagang agar sampah tidak dibuang sembarangan tapi dikumpulkan pada titik-titik tertentu agar bisa mudah diangkut.” []

Komentar

Loading...