Ini Alasan Pembangunan TKN pada 2020 tak Sempurna

Ini Alasan Pembangunan TKN pada 2020 tak Sempurna
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pidie, Drs Ridwandi. Dok. sinarpidie.co.

sinarpidie.co — Luas lahan yang tersedia menjadi alasan gedung TKN Gle Ceurih Delima atau TKN Delima, yang dibangun pada tahun anggaran 2020, lebih kecil daripada bangunan TKN Mila.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pidie, Drs Ridwandi, Jumat, 28 Mei 2021, mengatakan meski dengan pagu anggaran yang nyaris sama, "Lahan TKN Gle Ceurih sangat terbatas. Oleh sebab itu tidak ada WC di sana. Sementara, di TKN Pelita Hati atau TKN Mila masalahnya ada pada kontruksi tanah, di mana untuk pembangunan pondasi, rekanan harus mengeruk tanah menggunakam eksavator agar lebih dalam. Struktur tanah di sana adalah tanah sekam maka pengerjaan sekolah tersebut tidak sempurna.”

Dia juga mengatakan lanjutan pembangunan kedua TKN tersebut rencananya akan dilakukan pada tahun anggaran 2022 mendatang.

"Realisasi fisik kedua TKN tersebut, untuk tahun anggaran 2020, mencapai 100 persen pada Desember 2020, sedangkan pada November 2020, kita telah merampungkan penyusunan perencanaan untuk tahun 2021,” katanya, menjelaskan.

Selain itu, Drs Ridwandi juga mengatakan saat ini Pidie kekurangan guru TKN PNS, di mana salah satu syarat untuk menjadi kepala sekolah TKN adalah seorang PNS berpangkat III/C dan telah lulus sertifikasi. "Di TKN Pelita Hati belum ada kepala sekolah. Dia (Nurul Hajjah) membantu untuk sementara mengelola sekolah tersebut sebelum kita tunjuk kepala sekolah yang baru,” tuturnya.

Baca juga:

Diberitakan sebelumnya, anggaran untuk membangun dua sekolah ini bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) pada 2020: TKN Mila Rp 656.569.000 dan TKN Gle Ceurih Rp 663.201.000. Di tahun yang sama, Dikbud Pidie juga membangun TKN Gampong Blang Dalam di Mane dengan anggaran Rp Rp 669.522.000 dan TKN Garot di Indrajaya Rp 1.137.492.000.

Tahun ini, Dikbud Pidie akan membangun tiga unit sekolah baru (USB) untuk tingkat TK, yaitu TKN Gampong Pako, Kecamatan Keumala; TKN Lhok Kaju, Kecamatan Indrajaya, dan TKN Krueng Dayah, Kecamatan Peukan Baro, dengan pagu anggaran sekitar Rp 1,7 miliar yang bersumber dari DOKA. []

Loading...