Ini Alasan JPU Banding atas Vonis Denda Rp 5 Juta Toko Obat Mustajeub

·
Ini Alasan JPU Banding atas Vonis Denda Rp 5 Juta Toko Obat Mustajeub
Ilustrasi obat keras. Sumber ilustrasi: republika.co.id.

sinarpidie.co—Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) pada Kejaksaan Negeri Pidie Dahnir SH menjelaskan alasan pihaknya mengajukan banding atas vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sigli kepada Safrizal AMk, 37 tahun, PNS pada Puskemas Kembang Tanjong, yang menjual obat keras daftar G, yang diputuskan pada Rabu, 13 Februari 2020, karena terdapat perbedaan penerapan pasal antara tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pidie dan majelis hakim PN Sigli.

“Pernyataan banding diajukan pada 18 Februari 2020. JPU menerapkan Pasal 196 Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, sementara hakim mengadopsi pasal 198,” kata Dahnir SH pada sinarpidie.co, Rabu, 18 Maret 2020. “JPU menuntut Safrizal penjara badan selama enam bulan dan denda Rp 100 juta subsider satu bulan penjara, sedangkan hakim menjatuhkan pidana denda Rp 5 juta subsider tiga bulan penjara.”

Baca juga:

Pengajuan banding ke Pengadilan Tinggi Banda Aceh atas perkara tersebut, kata Dahnir SH, untuk menimpulkan efek jera pada pelaku pengedar sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar dan persyaratan kemananan, khasiat atau kemanfaatan dan mutu sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. “Juga untuk efektivitas penegakan hukum,” tutupnya. []

Komentar

Loading...