Ini 3 Lokasi Berburu Takjil di Banda Aceh, dari Mie Caluk hingga Fast Food

·
Ini 3 Lokasi Berburu Takjil di Banda Aceh, dari Mie Caluk hingga Fast Food
Para pengunjung dan pembeli memadati ruas jalan di Kawasan Gapura Gampong Keudah. (sinarpidie.co/Firdaus).

sinarpidie.co—Ada beberapa tempat yang bisa Anda jadikan rujukan untuk berburu takjil di Banda Aceh. Tiga di antaranya adalah di kawasan Jalan Sultan Iskandar Muda-Simpang Punge Blang Cut, Jl. Tgk. H. Mohd. Daud Beureueh, dan di pinggiran jalan dekat Gapura Gampong Keudah. Sejak pukul 16.00 WIB atau setelah Ashar, pedagang sudah mempersiapkan jajanan untuk berbuka tersebut.

1.      Simpang Punge Blang Cut

Di kawasan ini Anda akan menemukan deretan gerobak atau meja pedagang takjil yang telah tertata khusus. Panganan yang dijajakan cukup variatif, di antaranya, seperti risol, bakwan, dan sejenisnya, yang dijual Rp 1.000 per potong. Sementara aneka minuman seperti es buah, air tebu, es campur, hingga kanji dijual rata-rata Rp 5 ribu per gelas.

Pedagang takjil di kawasan Jalan Sultan Iskandar Muda-Simpang Punge Blang Cut. (sinarpidie.co/Firdaus).

Keumalawati, 40 tahun, penjual mie caluk dengan kuah kacang dadakan di kawasan Simpang Punge mengatakan, sejak hari pertama ramadhan, ia menjual 12 kilogram mie caluk per hari.

Keumalawati, 40 tahun, penjual mie caluk dengan kuah kacang dadakan di kawasan Simpang Punge. (sinarpidie.co/Firdaus).

“Laku Rp 600 ribu per hari,” kata Ibu empat anak itu pada sinarpidie.co, Jumat, 18 Mei 2018.

Per bungkus, mie caluk tersebut dijual Rp 5.000.

2.      Kawasan Gapura Gampong Keudah

Di tempat ini Anda akan menemukan panganan yang nyaris sama dengan apa yang dijajakan di Kawasan Punge Blang Cut. Yang mungkin agak spesial adalah ayam bakar yang bisa langsung dipilih dan dibakar di tempat tersebut. Aromanya begitu khas.

Para pengunjung dan pembeli memadati ruas jalan di Kawasan Gapura Gampong Keudah. (sinarpidie.co/Firdaus).

3.      Jl. Tgk. H. Mohd. Daud Beureueh

Jika Anda ingin panganan cepat saji, maka datanglah ke kawasan Jl. Tgk. H Mohd. Daud Beureueh.

Rifky A Rahman, pemilik rak burger Flamboyan. (sinarpidie.co/Firdaus).

Di kawasan jalan ini, tepatnya di dekat kantor DPR Aceh, rak-rak burger dipadati pembeli sejak pukul 16.00 WIB.

Salah satunya, rak milik Flamboyan Burger. Rak tersebut ada tepat di depan pagar Kantor Bappeda Aceh. Rifky A Rahman, 20 tahun, mengatakan selain burger, ia juga menjual omelet dan roti bakar. Harganya bervariasi antara Rp 8.000 hingga Rp. 12. 000.

“Sejak puasa pertama, lakunya Rp. 700 ribu-an per hari,” ungkap mahasiswa UIN Ar-Raniry itu.

Loading...