Idhami Dilantik sebagai Sekda Pidie, Ini Harapan Ketua DPRK Pidie

·
Idhami Dilantik sebagai Sekda Pidie, Ini Harapan Ketua DPRK Pidie
Bupati Pidie, Roni Ahmad melantik Idhami Ssos MSi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie definif, Kamis, 28 November 2019, di Oproom Kantor Bupati Pidie. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Bupati Pidie, Roni Ahmad, melantik Idhami SSos MSi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie definif, Kamis, 28 November 2019, di Oproom Kantor Bupati Pidie. Sebelumnya, posisi Sekda Pidie dijabat H Maddan SE yang ditunjuk Bupati Pidie sebagai pelaksana tugas (Plt) sejak 27 Mei 2019, menggantikan jabatan yang kosong tersebut, setelah Mulyadi Yacob mengundurkan diri.

“Jabatan Sekda mempunyai peran yang sangat penting dalam membantu kepala daerah untuk menyusun kebijakan. Oleh karena itu, dengan fungsi yang demikian, maka jabatan Sekda menjadi salah satu faktor penggerak organisasi daerah. Selain itu, Sekda juga harus dapat membaca dinamika yang sedang berkembang di dalam masyarakat,” kata Bupati Roni dalam pidatonya.

Bupati Pidie Roni Ahmad juga menekankan, Sekda yang baru harus meningkatkan disiplin PNS, membangun hubungan kerja yang baik dengan mitra kerja, seperti DPRK dan Forkopimda serta mempersiapakan pembahasan R-APBK tahun 2020 secara bersama-sama dengan pihak DPRK Pidie hingga segera dapat ditetapkan menjadi Qanun APBK tahun 2020.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pidie, Muklis, mengatakan, Idhami juga menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Pidie. “Plt Kepala Dinas Pendidikan Pidie saat ini juga dijabat oleh Idhami selama tiga bulan dan bisa diperpanjang lagi nanti,” kata Muklis pada sinarpidie.co, Kamis, 28 November 2019.

Revisi qanun pendapatan daerah dan pengelolaan aset

Di lain pihak, Ketua DPRK Pidie Mahfuddin Ismail mengatakan,  Sekda Pidie yang baru dilantik harus benar-benar fokus kepada qanun yang menyangkut dengan pendapatan daerah dalam program legislasi daerah (Prolegda) Pidie tahun 2020. Di samping itu, Sekda harus menata seluruh aset yang dimiliki oleh Pemkab Pidie yang selama ini masih amburadul.

Baca juga:

“Seperti diketahui bahwa masalah aset Pemkab Pidie menjadi masalah serius dan penting untuk didata secara tuntas dan komperhensif. Menata aset juga sangat penting selain untuk tujuan terkendalinya aset agar tidak hilang, terawat dengan baik serta juga untuk peningkatan PAD di masa akan datang, terutama aset-aset fisik seperti toko dan bangunan-bangunan lainnya yang sangat banyak. Terakhir, kerena sudah sangat mendesak, kami meminta Pemkab Pidie dan Sekda yang baru sebagai ketua Tim TAPK untuk segera menyampaikan R-APBK 2020 untuk dibahas oleh Badan Anggaran DPRK Pidie, mengingat waktu sudah di ambang batas sebagaimana diatur dalam undang-undang,” kata Mahdfuddin Ismail, Kamis, 28 November 2019. []

Komentar

Loading...