Hingga Oktober 2019, Mahkamah Syariah Pijay Tangani 123 Gugatan Cerai Suami

·
Hingga Oktober 2019, Mahkamah Syariah Pijay Tangani 123 Gugatan Cerai Suami
Mahkamah Syariah Pidie Jaya. (sinarpidie.co/ M Rizal).

sinarpidie.co—Hingga 3 Oktober 2019, Mahkamah Syariah Pidie Jaya, mencatat sebanyak 123 kasus istri menggugat cerai suami dan suami melakukan talak terhadap istri sebanyak 75 kasus.

Panitera Mahkamah Syariah Pidie Jaya, Badriah, mengatakan, kasus perceraian yang paling banyak ditangani oleh pihaknya rata-rata disebabkan oleh faktor ekonomi keluarga, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan perselingkuhan.

"Dari jumlah kasus perceraian, prosesnya bervariasi. Ada yang gugat cerai, ada juga cerai talak. Namun yang paling dominan tiap tahun, kasus perceraian yang paling banyak yaitu istri menggugat cerai suami. Dan masalahnya juga tiga sebab itu," kata Badriah kepada sinarpidie.co, Kamis 3 Oktober 2019.

Lanjutnya, umur perempuan yang menggugat cerai suami umumnya masih tergolong muda, yaitu berusia antara 25 tahun sampai 32 tahun.

"Ada yang baru memiliki satu anak, bahkan ada juga yang baru menikah delapan bulan," ujarnya.

Berdasarkan data dari Mahkamah Syariah Pidie Jaya, dalam tiga Tahun terakhir terus mengalami peningkatan, di mana tercatat sebanyak 499 kasus perceraian. []

Komentar

Loading...