Hasil Pekerjaan Konstruksi CV Julia Jaya Kerap Sisakan Masalah

·
Hasil Pekerjaan Konstruksi CV Julia Jaya Kerap Sisakan Masalah
Revitalisasi Pasar Rakyat Peukan Pidie ini dengan nilai kontrak Rp 811.760.000 yang dimenangkan CV. Julia Jaya. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co--Terdapat 28 penjual ikan di kompleks Pasar Rakyat Peukan Pidie, Kecamatan Pidie, Pidie. 24 pedagang ikan berjualan di dalam kompleks, sementara empat lainnya berjualan di luar kompleks pasar tersebut. Setiap pedagang ikan di dalam kompleks menjajakan ikan dagangan mereka di atas empat meja beton yang memanjang. Setiap meja sepanjang 110 cm meter itu diisi oleh enam penjual ikan.

“Empat pedagang berjualan di luar karena memang pada dasarnya mereka tidak ada bangku,” kata Ambia warga Gampong Pasi Rawa, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, Jumat, 10 Januari 2020.

24 pedagang yang menjual ikan di dalam kompleks pasar tersebut dikenai pengutipan retribusi Rp 5000 per hari, sedangkan empat pedagang ikan yang berjualan di luar wajib membayar retribusi Rp 2000 per hari.

Pad tahun anggaran 2019 lalu, proyek Revitalisasi Pasar Rakyat Peukan Pidie ini, dengan nilai kontrak Rp 811.760.000, yang dimenangkan CV. Julia Jaya menyisakan masalah. Bangunan ini dibangun dengan dinding sebelah kiri yang buntung. Selain itu, warga gampong setempat juga melayangkan surat protes karena kanopi pasar tersebut dipasang pada tiang-tiang musala.

Muslim, 48  tahun, warga Jurong Peukan, Kecamatan Pidie, Pidie, mengatakan tanah tempat pasar tersebut dibangun bukanlah tanah milik Pemkab Pidie. “Setahu saya tidak ada tanah Pemkab Pidie di pasar ini. Kalau tanah musala itu tanah wakaf,” kata Muslim.

Salinan surat gampong. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

Kata dia lagi, warga telah melayangkan surat protes agar kanopi yang dipasangkan pada musala di sana dibongkar. “Pintu belakang pasar berhadapan dengan musala. Jika kanopi dipasang pada tiang musala, bau pasar langsung ke dalam musala karena sudah ada atap kanopi,” kata Muslim lagi. “Apa urusannya kanopi dipasang di musala yang tiang-tiangnya sudah kami relief.”

Kanopi pasar yang dipasang di musala. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

CV. Julia Jaya yang beralamat di Jln Perdagangan Nomor 53 Kramat Dalam Kota Sigli adalah pemenang berulang dalam proyek-proyek revitalisasi pasar rakyat yang sumber dananya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan Bidang Pasar. Pada tahun anggaran 2019, perusahaan ini memenangkan proyek Revitalisasi Pasar Rakyat Peukan Pidie dengan nilai kontrak Rp 811.760.000. Pada 2018 lalu, perusahaan ini memenangkan proyek Revitalisasi Pasar Ikan Kota Bakti dengan nilai kontrak Rp 1,5 miliar.

Pada tahun anggaran 2016, bersumber dari dana Otsus, perusahaan ini memenangkan proyek Revitalisasi Pasar Grong-Grong, Kecamatan Grong-Grong, dengan nilai kontrak  Rp 515.589.000. Pada 2014, CV. Julia Jaya memenangkan proyek Rehab Berat Pasar Ikan, Pasar Daging dan Pasar Ayam Beureunuen, Kecamatan Mutiara, dengan nilai kontrak Rp 1 miliar.

Bukan sekali, pedagang ikan bahkan penerima manfaat, mengeluhkan hasil pekerjaan CV. Julia Jaya. Salah seorang pedagang ikan di Pasar Ikan Kota Bakti, Abdurrahman A Wahab, 60 tahun, pada 11 Maret 2019 lalu mengatakan, paska-direhab, saluran drainase dan konstruksi lantai pasar tersebut terus-terusan digenangi air.

Dalam setahun borong sejumlah proyek di Pidie

Pada tahun anggaran 2019, CV. Julia Jaya setidaknya juga memenangkan proyek Pengadaan Peralatan Olahraga untuk Kecamatan Kembang Tanjong Rp 119.400.000 pada Disparbudpora Pidie, Pembangunan Lanjutan Jalan Gle Cot Alue Seunong, Riweuk, Kecamatan Sakti Rp 186.000.000 pada Dinas Pertanian dan Pangan Pidie, dan Pembangunan Ruang KKG SDN Blok Sawah (DOKA 2019) Rp 995.238.095 pada Dinas Pendidikan Pidie.

Baca juga:

Penelusuran sinarpidie.co, alamat CV. Julia Jaya di Jln Perdagangan Nomor 53 Kramat Dalam Kota Sigli merupakan ruko dua lantai. Ruko tersebut sebelumnya digunakan sebagai toko kosmetik, Abrar. “Sekarang sudah tutup toko kosmetik. Yang punya ruko Pak Kurnia. Dia tinggal di Banda Aceh,” kata sumber tepercaya sinarpidie.co yang identitasnya enggan dituliskan.

Keuchik Gampong Keuramat Dalam Muhammad Zaini A Karim mengatakan terdapat beberapa kontraktor yang menggunakan alamat domisili Gampong Keuramat Dalam, Kecamatan Kota Sigli, sebagai alamat perusahaan mereka. “Namun tidak ada plang nama perusahaan sehingga kita tak memperoleh informasi yang memadai tentang keberadaan perusahaan-perusahaan di gampong ini,” kata dia Jumat, 10 Januari 2020.

Hingga berita ini diturunkan, sinarpidie.co belum bisa mengakses kontak dan alamat direktur perusahaan ini.

Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindagkop dan UKM Pidie Idham mengatakan realisasi fisik dan keuangan proyek Revitalisasi Pasar Rakyat Peukan Pidie ini dengan nilai kontrak Rp 811.760.000 yang dimenangkan CV. Julia Jaya telah 100 persen. "Sudah di-PHO. Untuk pembongkaran kanopi, jika memang permintaan warga, akan kita perintahkan rekanan untuk bongkar kanopi itu. Namun, sebenarnya kanopi itu berguna bagi warga yang parkir kendaraan saat salat di musala," kata Idham, Jumat, 10 Januari 2020. []

Komentar

Loading...