Kawula Muda

Hari-Hari Vania Safitri

·
Hari-Hari Vania Safitri
Vania Safitri (sinarpidie.co/Mutamimul Ula).

sinarpidie.co—Siang itu, Kamis, 12 Oktober 2017, di antara dentuman tembang-tembang barat, Vania Safitri menceritakan serangkaian pengalaman hidupnya kepada sinarpidie.co.

Ia mengenakan baju blus dengan motif bunga-bunga, rok hitam, dan jilbab merah marun. Di lengan kirinya, melingkar sebuah jam tangan besi warna hitam. Sambil bercerita, sesekali ia asik memainkan smart phone miliknya.

Putri kedua dari pasangan Muammad Yusuf dan Jamaliah, itu, bisa dikatakan, seorang perempuan yang multi talenta. Talenta-talentanya ia tuangkan dalam dunia seni dan dunia olahraga. Sejak masih duduk di bangku SD 2 Tijue Percontohan, ia telah mengikuti serangkaian perlombaan, seperti mewarnai, menari, dan senam lantai. “Dari kecil, Vania sudah suka ikut-ikut lomba,” kata dia saat diwawancarai di sebuah cafe di Kota Sigli.

Setelah beranjak dari bangku SD, Vania memilih bersekolah di kampungnya sendiri, yakni di Lampeudeu Tunoeng: MTsN 1 Sigli. Kemudian, ia mulai berkecimpung dalam dunia modeling. “Awalnya cuma iseng-iseng aja sih,” ungkapnya sambil tertawa.

Persentuhannya dengan dunia modeling berawal saat ia dipilih oleh gurunya untuk mewakili sekolah dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni (Pesoni). Cabang perlombaan yang ia pilih adalah peragaan busana. “Karena waktu itu menang mewakili sekolah, kemudian Vania dipilih buat mewakili Pidie dalam ajang Porseni di Kutacane pada bulan November 2012,” kata dia lagi.

Vania Safitri (sinarpidie.co/Mutamimul Ula).
Vania Safitri (sinarpidie.co/Mutamimul Ula).

Sejak saat itu, —hingga sekarang— ia mengaku mulai menekuni bidang itu. Ia bahkan pernah beberapa kali mengikuti ajang fashion show. “Terakhir itu bulan April kemarin, Vania ikut fashion show dengan tema “Muslim Glamour” yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran Hewan, di Banda Aceh. Alhamdullilah masuk sepuluh besar,” ungkapnya.

Pada tahun 2013, ia menamatkan sekolah menengah pertamanya, lalu melanjutkan sekolahnya ke SMA Negeri 1 Sigli. Di sana, meski tidak terlalu ditekuninya, ia juga pernah mengikuti lomba menyanyi. “Di SMA dulu ada namanya Smansa Idol (perlombaan menyanyi-red). Kebetulan dapat juara tiga. Setelah itu, dipilih guru buat ikut FLS2N (Festival Lomba Seni Siswa Nasional-red), tapi sayang, nggak menang,” tuturnya.

Selain itu, ia juga pernah tercatat sebagai anggota Pramuka dan pernah mengikuti kegiatan-kegiatan perkemahan.

Setelah menamatkan SMA, ia kemudian memilih kuliah di Farmasi Putroe Bungsu. Kemudian ia mulai bergabung dengan tim putri Federasi Ajung Jeram Indonesia (FAJI) Pidie.

Disibukkan dengan segudang aktivitas, ia merasa beruntung sekaligus bersyukur, mempunyai orangtua yang pengertian dan selalu mendukung apa yang dilakukakanya. “Jadi waktu itu mamak bilang, daripada tidak siap kuliah, lebih baik pindah aja. Mamak itu selalu ngedukung, asalkan anaknya senang dan bisa jaga diri,” kata dia, yang belakangan meninggalkan status mahasiswa di Farmasi Putroe Bungsu karena tak sesuai dengan passion-nya.

Kemudian ia melanjutkan studinya di Universitas Jabal Ghafur Sigli. Ia memilih jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan dan Rekreasi. Saat ini gadis yang mempunyai hobi hiking itu juga aktif sebagai anggota Komunitas Pecinta Alam atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kopala. []

Reporter: Wahyu Puasana

Loading...