Kawula Muda

Hari-Hari Filza Rahezda di Wiley Park

·
Hari-Hari Filza Rahezda di Wiley Park
Filza Rahezda. Foto Ist.

sinarpidie.co—Minggu, 25 Desember 2016, Filza Rahezda pertama kali menginjakkan kakinya di Australia sekaligus pertama kali merasakan tubuhnya terperangkap dalam suhu di bawah 40 derajat celcius. Dingin menusuk tulang.

Ia sangat senang menjadi salah satu dari 20 juta lebih penduduk yang dipimpin oleh Perdana Mentri Persemakmuran Scott Morrison, itu.

"Saya sangat senang di sini," ungkap perempuan kelahiran Gampong Keutapang Sanggeu, 1 Januari 1996, itu.

Mula-mula ia memiliki sedikit hambatan dalam beradaptasi dikarenakan perbedaan latarbelakang budaya, bahasa dan adat istiadat.

"Awal-awal sempat sih kaya culture shock, tapi sekarang uda terbiasa," kata dia.

Saat ini Filza menetap Wiley Park, sebuah daerah di barat daya Sydney, tepatnya di negara bagian New South Wales.

Berjarak 17 kilometer dari distrik pusat bisnis Sydney, di lingkungan tempat ia menetap, ia bertetangga dengan banyak pendatang.

Filza Rahezda. Foto Ist.

"Tetangga kami di sini ada yang dari Arab, Libanon, Yunani, semua saling care," ungkap Filza.

Saat ini, ia menemani suaminya yang berkerja di sebuah perusahaan swasta di Negara Kangguru tersebut.

Baca juga:

Hari-harinya disibukkan mengurus rumah dan anak semata wayang mereka. Baginya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan menjadi minoritas di Australia. Di sana, kata dia, hampir tidak pernah terjadi diskriminasi terhadap suatu kelompok ras atau agama. "Di sini, Alhamdullilah, saya nggak pernah mendapat perlakuan diskriminatif dalam bentuk apapun," kata dia.

Dalam beberapa waktu belakangan, selain sibuk merawat putrinya, Filza juga sedang mengikuti sekolah privat jurusan bahasa. []

Loading...