Harga Lahan di Titik yang Sama untuk Pembangunan Jembatan Duplikat Panteraja Bervariasi, Ada Apa?

·
Harga Lahan di Titik yang Sama untuk Pembangunan Jembatan Duplikat Panteraja Bervariasi, Ada Apa?
Dari 18 pemilik 29 persil tanah dengan luas lahan 3.000 meter persegi, yang terdampak pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan duplikat di Kecamatan Panteraja, Pidie Jaya, 12 pemilik di antaranya hingga kini masih menolak harga yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya. (sinarpidie.co/M Rizal).

sinarpidie.co - Dari 18 pemilik 29 persil tanah dengan luas lahan 3.000 meter persegi, yang terdampak pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan duplikat di Kecamatan Panteraja, Pidie Jaya, 12 pemilik di antaranya hingga kini masih menolak harga yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya.

Mereka menilai harga tersebut tidak sesuai dengan harga pasaran di lokasi tersebut. Selain itu, mereka menduga terdapat permainan nilai harga karena harga antara satu persil tanah dan satu persil tanah lainnya berbeda-beda meskipun letak setiap persil tanah berada di titik yang sama: mulai dari Rp 600.000, Rp 1.160.000, Rp 1.700.000 hingga Rp 1.900.000 per meter persegi. "Harga yang ditaksir berbeda-beda," kata Azhar, salah seorang pemilik lahan pada sinarpidie.co, Rabu 18 November 2020.

H Kurmi,  pemilik lima persil lahan serta bangunan di lokasi tersebut yang menolak harga yang ditentukan. "Usaha sarang burung walet saya juga tidak dihitung. Saya tak dapat menerima harga ini," katanya. "Di kantor bupati pekan lalu kami meminta SK yang asli dari KJPP tapi tidak diberikan. Dalam rapat tersebut mereka (panitia pengadaan tanah-red) mengancam jika kami tak tak setuju dengan harga yang mereka tetapkan, ganti rugi atas tanah kami akan dititipkan di pengadilan."

12 pemilik lahan yang hingga kini masih menolak harga yang ditetapkan Pemkab Pidie Jaya adalah Hasbi (dua persil), Umar Sabi (satu persil), Nurhayati (satu persil), Salbiah (satu persil), Ti Aminah (dua persil), Azhar (tiga persil), Rukiyah (satu persil), H Kurmi (lima persil), Muzakir (satu persil), Abubakar (satu persil), Yahya (satu persil) serta Habibah (satu persil). Sementara, enam pemilik lahan lainnya telah menyetujui dan telah menerima pembayaran yang dikirim langsung ke rekening mereka masing-masing.

Kabag Pemerintahan Setdakab Pidie Jaya, yang baru-baru ini dinyatakan lulus sebagai salah seorang komisioner Komisi Informasi Aceh (KIA), Muslim Khadri, mengatakan harga yang ditentukan oleh KJPP tersebut sudah final. "Harga per meternya sudah final dan mengikat. Bagi yang tidak setuju, uang ganti rugi akan dititipkan di pengadilan," katanya. "Rp 6 miliar total harga untuk 29 persil tanah di sana." []

Loading...