Harga Kedelai Merangkak Naik, Pengusaha Tempe Tercekik

·
Harga Kedelai Merangkak Naik, Pengusaha Tempe Tercekik
Salah seorang pemilik usaha tahu dan tempe di Grong-Grong, Herman, 29 tahun. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co - Harga kacang kedelai terus melonjak sejak Agustus 2020 hingga Januari 2021. Sejumlah pengusaha tahu dan tempe merasa tercekik akibat harga kedelai yang terus naik tersebut.

Pada Agustus 2020, harga kedelai impor Rp 7.800 per kilogram atau Rp 390.000 per sak 50 kilogram. Lalu, pada pada Juli 2020 Rp 7.350 per kilogram, September 2020 Rp 8.100 per kilogram, Oktober Rp 8.100 per kilogram. Selanjutnya, pada November 2020 harga kedelai menjadi Rp 8.550 per kilogram dan pada 31 Desember 2020 menjadi Rp 9.500 per kilogram. “Harga kacang kedelai impor merek MB hari ini mencapai Rp 10.000 per kilogram,” kata Afdal, 20 tahun, pedagang grosir di Pasar Kramat Luar, Sigli, Senin, 4 Januari 2021.

Salah seorang pemilik usaha tahu dan tempe di Grong-Grong, Herman, 29 tahun, mengatakan, akibat kenaikan harga bahan baku kedelai, harga tahu dan tempe kini juga terpaksa dinaikkan. “Harga tahu per papan kini Rp 40.000, naik Rp 5000 dari harga sebelumnya Rp 35.000 per papan.  Begitu juga dengan harga tempe, dari Rp 8.000 per batang kini menjadi Rp 9.000 per batang,” kata Herman, Senin, 4 Januari 2020.

Herman harus menambah modal untuk membeli bahan baku kedelai. Ia menghabiskan 350 kilogram kedelai setiap harinya untuk membuat tahu dan tempe di tempat usahanya yang mempekerjakan tujuh pekerja. Ia memberi upah Rp 80.00 per hari pada setiap pekerjanya itu.

“Saya hanya berharap pada pemerintah agar segera mengambil kebijakan untuk menurunkan kembali harga kedelai, sebab bila tidak, banyak usaha tahu dan tempe yang terpaksa harus gulung tikar karena tidak sanggup menambah modal, apalagi, dalam beberapa bulan ini bukan hanya bahan baku kedelai saja yang naik, beberapa bahan lainnya juga naik, seperti kertas,” tutupnya.

Usaha pengolahan tahu dan tempe di Grong-Grong. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

Abubakar, 47 tahun, pemasok kacang kedelai di Pidie, mengatakan penyebab melonjaknya harga kedelai dalam beberapa bulan terakhir karena kekurangan pasokan dari luar negeri. “Saat ini harga kacang kedelai hampir mencapai Rp 500 ribu per sak 50 kilogram. Kacang kedelai barang impor dari Amerika Serikat. Kedua merek kacang kedelai baik BM maupun Bola itu impor dari Amerika. Tidak ada lagi sekarang kacang kedelai yang berasal dari Aceh,” kata Abubakar. []

Loading...