Harga Jual Ikan Tangkapan Nelayan Turun Drastis

·
Harga Jual Ikan Tangkapan Nelayan Turun Drastis
Nelayan di Kuala Batee, Gampong Neuheun, Kecamatan Batee, Pidie, Rabu, 22 April 2020. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co— Sejumlah nelayan di Pidie mengeluh karena penjualan ikan hasil tangkapan mereka turun drastis saat pandemi Covid-19, yakni 50 hingga 70 persen dari saat kondisi normal. Muhammad Razi, 26 tahun, warga Gampong Neuheun, Kecamatan Batee, Pidie, mengatakan turunnya harga ikan terjadi sejak awal Maret 2020. "Penurunan harga ini tentu tak sebanding dengan modal dan biaya untuk melaut. Jadi, kita melaut seperti sia-sia," kata dia, Rabu, 22 April 2020. "Hasil tangkapan kami juga tidak lagi bisa diekspor ke luar negeri."

Dia menguraikan perbedaan harga ikan sebelum Covid-19 dan saat pandemi ini menyebar ke seluruh dunia. "Seperti ikan tuna, sebelum Corona, Rp 45 ribu per kilogram tapi sekarang Rp 22 ribu per kilogram, ikan jepun sebelumnya Rp 60 ribu per ekor tapi sekarang Rp 30 per ekor," katanya lagi.

Ladang jumbo atau ikan parang, kata Razi, sebelumnya dibeli seharga Rp 200 ribu per ekor kini Rp 60 ribu ekor. "Thoek atau situhuk dari 2 juta menjadi 1 juta per ekor. Ikan tongkol rumah makan biasa sebelumnya Rp 3 ribu per ekor sekarang menjadi Rp700 per ekor," katanya.

Panglima Laot Pidie Hasan Basri mengatakan selama ini hasil tangkapan ikan nelayan di Pidie umumnya diekspor melalui pelabuhan di Sumatera Utara. "Harga beli di Medan turun drastis mencapai 50 persen," kata dia, Rabu, 22 April 2020.[]

Loading...