Gugus Tugas Covid-19 Pidie Dinilai Inkompeten

·
Gugus Tugas Covid-19 Pidie Dinilai Inkompeten
Posko Covid-19 Pidie di dalam Kompleks Dinas Kesehatan Pidie. Dok. sinarpidie.co.

sinarpidie.co-Kasus warga Pidie yang terkonfirmasi positif Covid-19 melonjak tajam dalam Agustus dan September 2020. Per Senin, 14 September 2020, jumlah warga Pidie yang terkonfirmasi positif Covid-19 telah mencapai 87 kasus, di mana 13 di antaranya meninggal dunia.

“Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Pidie bertambah tujuh orang. Lima pasien masih dalam proses penyembuhan di RSUD Teungku Chik Di Tiro, Sigli,  dua diantaranya telah meninggal dunia, yakni, wanita berinisial SAL, asal Kecamatan Batee, 69 tahun, meninggal dunia pada Jumat, 11 September 2020, dan pria berinisial ZR, 61 tahun, asal Kecamatan Pidie meninggal dunia pada Sabtu, 12 September 2020,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pidie, Efendi SSos MKes, melalui Koordinator Surveilens pada Dinas Kesehatan Pidie,  Ansarullah SKM, Senin, 14 Oktober 2020.

Data yang tercatat pada tim surveilens pada Dinas Kesehatan Pidie, kasus positif Covid-19 di Pidie  muncul pada April 2020 di mana saat itu hanya tercatat satu kasus positif. Pada Mei dan Juni 2020, tidak ada kasus positif Covid-19 di Pidie. Dua kasus positif Covid-19 kembali tercatat pada Juli 2020.

“Sementara dalam dua bulan ini, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Pidie melonjak sangat tajam. Selama dua pekan dalam bulan September kami mencatat sebanyak 46 kasus dan pada Agustus lalu sebanyak 38 kasus. Hasil tersebut diketahui berdasarkan hasil tes PCR yang umumnya dikeluarkan Balitbangkes Aceh,” kata Ansar.

Menurut Ansar, telah terjadi transmisi lokal penularan Covid-19 di Pidie. “Mengapa dikatakan demikian, karena sumber virusnya sudah tidak mampu dideteksi lagi, dan setiap hari kasusnya melonjak tajam. Dalam tracing dan tracking, kami juga menemukan hambatan seperti warga yang menghalangi-halangi kerja kami, dan warga tidak mau jujur. Itu semua karena stigma masyarakat terhadap pasien Covid-19 buruk,” sebut Ansar.

Selain itu, kata Ansar lagi, hasil uji PCR yang dikeluarkan dalam rentang waktu yang lama juga menjadi kendala bagi tim surveilens di lapangan. “Dengan terlambatnya keluar hasil uji PCR, kami sulit melakukan langkah-langkah tracing dan traking ke lapangan,” tutupnya.

Koordinasi antara Gugus Tugas Kabupaten dan Puskesmas Kacau

Kepala Puskesmas Kota Sigli dr Ellya Noer mengeluhkan prosedur penanganan Covid-19 di Pidie, karena ia menilai penanganan Covid-19 di kabupaten ini selama ini terkesan tertutup. “Satgas Covid-19 itu tidak jelas,” kata dr Ellya Noer, Senin, 14 September 2020.

dr Ellya Noer juga mengungkapkan, selama ini kelemahan penanganan Covid-19 di Pidie karena lemahnya koordinasi antara para pihak sehingga banyak petugas kesehatan yang menjadi sasaran kemarahan warga saat mereka melakukan tracing dan tracking kontak pasien positif Covid-19.

"Petugas di Puskesmas bingung dalam menangani masalah Covid-19 sebab banyak informasi yang tidak terbuka dari Gugus Tugas Kabupaten. Seharusnya pasien yang terkonfirmasi virus Covid-19 itu ditulis lengkap identitasnya agar orang semua tahu nama dan alamat pasien yang positif supaya bisa memutus rantai penularan. Jangan dirahasiakan terus setiap ada orang yang terpapar virus. Covid-19 itu bukan kutukan,” kata Ellya Noer. “Kalau model rahasia-rahasia seperti ini penanganannya, tidak jelas ini sampai kapan virus Covid-19 akan berakhir. Seharusnya Gugus Tugas harus berani dalam menyampaikan informasi yang lengkap saat ditemukan kasus Covid-19.” []

Loading...