Gubuk Reot Khatijah Ahmad di Usia Senjanya

·
Gubuk Reot Khatijah Ahmad di Usia Senjanya
Tampak depan rumah Khatijah Ahmad. (sinarpidie.co/Wahyu Puasana).

sinarpidie.co--Gubuk reot itu tampak miring ke kanan. Dinding depan gubuk itu tersusun dari ranting-ranting kayu bakar. Keseluruhan tiang penyangga dinding berbahan batang rumbia. Sebagian atapnya masih menggunakan daun nipah, dan sebagian lagi telah menggunakan seng. Di dalam gubuk itu, tampak Khatijah Ahmad, 65 tahun, sedang beristirahat.

“Saya tinggal sendiri, suami saya sudah meninggal setelah empat hari kami menikah, kalau keluarga kami berlima, perempuan semua, sesekali ada ke sini,” kata perempuan yang menetap di Gampong Lampoh U Lhok Kaju, Kecamatan Indra Jaya, Pidie, saat sinarpidie.co menyambangi rumahnya, Senin, 4 Maret 2019.

Di dalam gubuk itu terdapat dua balai tua yang ia pakai untuk istirahat dan beribadah. Tidak ada kasur, tidak ada kelambu. Setiap malam, ia membakar sampah di dekat ranjangnya agar terhindar dari gigitan nyamuk. Tampak juga beberapa karung yang ia pakai untuk menyimpan pakaian.

“Setiap malam saya menyalakan lampu teplok,” ungkapnya.

Selain tidak ada listrik, selama ini ia masih memasak dengan menggunakan kayu bakar. Sementara itu, untuk membeli ikan ia harus menjual beras bantuan.

“Sekali beli ikan cukup dua hari, kalau beras makan beras zakat,” tuturnya.

Khatijah sudah tidak bekerja sejak pinggangnya sakit. “Kurang lebih 4 tahun saya tidak bekerja, dulu saya buruh tani, sekarang sudah tidak sanggup, pinggang saya sakit,” kata dia.

Selama ini ia tidak pernah menerima bantuan apapun selain zakat dan beras raskin. Ia mengaku pernah mendengar Program Keluarga Harapan (PKH).

Kondisi di dalam rumah. (sinarpidie.co/Wahyu Puasana).

“Tidak ada bantuan, PKH pernah dengar, tapi tidak dapat,” ungkapnya.

Di sisa usianya, ia masih berharap mendapat perhatian dari pemerintah. “Kalau ada triplek-triplek untuk ganti dinding yang sudah bolong,” ungkapnya.

Keuchik Gampong Gampong Lampoh U Lhok Kaju, Kecamatan Indra Jaya, Fauzi, 50 tahun, mengatakan alasan tidak dibangunnya rumah dhuafa bagi Khatijah karena adanya penolakan dari warga setempat. 

“Jadi waktu itu saya mau bikin rumah dhuafa, tapi pas rapat ribut, misal kita buat untuk dia (Khatijah-red), ada yang mempertanyakan, nanti kalau dia meninggal siapa yang menempati? Seharusnya kan kami, yang punya anak. Tahun ini recana saya mau rehab, nanti tahun depan kita rehab lagi untuk orang lain,” kata dia, Senin, 4 Maret 2019.

Disinggung mengenai Khatijah yang tidak masuk ke dalam daftar penerima bantuan sosial PKH, Fauzi menjawab, “Dibilang beliau sudah umur 60 dan tidak punya anak. Tapi yang dapat PKH ya orang-orang mampu. Paling kalau bulan puasa ada bantuan-bantuan gampong untuk beliau, seperti sirup dan daging.” []

Loading...