Gedung BLK di Pidie Dibiarkan Terbengkalai

·
Gedung BLK di Pidie Dibiarkan Terbengkalai
Dibangun di atas lahan seluas tiga hektare di Gampong Seukee, Kecamatan Pidie, dan menelan anggaran Rp 5 miliar lebih, gedung BLK terlihat tak terurus. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co - Dibangun di atas lahan seluas tiga hektare di Gampong Seukee, Kecamatan Pidie, dan menelan anggaran Rp 5 miliar lebih, gedung dua lantai bewarna biru itu terlihat tak terurus. Salah satu dari tiga pintu berbingkai kaca di gedung itu telah jebol. Di sebelah utara atau di belakang gedung, pipa-pipa pembuangan sudah hancur dimakan usia. Lantai teras di pintu sebelah timur sudah sedikit amblas.

Gedung itu adalah gedung Balai Latihan Kerja (BLK) yang selesai dibangun dua tahun yang lalu tapi belum difungsikan hingga sekarang. Setiap harinya, gedung ini dijaga oleh dua petugas.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pidie, Isnaini ST MSi, mengatakan bahwa belum berfungsinya BLK tersebut lantaran belum adanya alat pendukung untuk menunjang kegiatan-kegiatan pelatihan. "Tahun 2020 lalu pernah dipakai sekali untuk pelatihan menjahit. Saat itu kita kerja sama dengan LPK Jantong Hate sebagai penyedia alat menjahit," katanya Senin, 22 November 2021, 

Isnaini juga menambahkan, tahun depan pihaknya akan kembali mengusulkan permohonan bantuan peralatan pada Kementerian Ketenagakerjaan. "Juli 2019 lalu, sebelum BLK rampung dibangun, kita sudah memohon bantuan peralatan pada bagian bantuan peralatan workshop balai latihan kerja seluruh Indonesia dan Kepala Seksi Pengembangan Sarana Pelatihan pada Kementerian Ketenagakerjaan, namun sampai sekarang belum ada kejelasan," katanya lagi.

Isnaini merincikan bantuan peralatan yang pihaknya mohonkan untuk disediakan di BLK, antara lain 20 mesin jahit, 20 mesin jahit lubang kancing, 1 mesin obras untuk pelatihan garmen apparel, 20 unit komputer lengkap, 20 meja komputer, 20 unit printer untuk pelatihan teknologi dan informasi, 20 set kunci pas, 20 set kunci sock bintang, 20 set kunci T untuk pelatihan otomotif, 20 mesin las listrik, 5 unit kompesor, 2 unit mesin bubut dan 5 mesin las stanles untuk pelatihan teknik las, 1 mesin ketam kayu besar, 2 unit mesin belah kayu, dan 1 set pelengkapan alat-alat tukang bangunan untuk pelatihan teknik bangunan.

"Jika itu (peralatan) sudah ada, BLK sudah bisa kita fungsikan," sebutnya.

Isnaini juga menjelaskan bahwa BLK tersebut seharusnya memiliki tiga gedung utama. "Ada tiga gedung utama yang harus dibangun seperti gedung yang sekarang. Satu gedung penginapan dan pagar yang mengelilingi lahan tiga hektare tersebut yang juga seharusnya dibangun di sana. Namun baru satu gedung yang selesai," ujarnya.

Badan Anggaran (Banggar) DPRK Pidie, dalam laporan terhadap pembahasan Rancangan Qanun Kabupaten Pidie Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Pidie Tahun Anggaran 2022, berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie mencari solusi terhadap permasalahan dan hambatan dalam pengoperasian Balai Latihan  Kerja (BLK) yang gedungnya telah lama terbangun. "Di masa pandemi, angka pengangguran semakin tinggi sehingga perlu pelatihan khusus bagi generasi muda kita untuk bisa mandiri dalam berusaha serta dapat membuka lapangan kerja baru bagi yang lainnya," kata Elidawati, membacakan laporan Banggar DPRK Pidie dalam rapat paripurna pada Senin, 15 November 2021. []

Loading...