Sample swab tenggorokan PDP

Gamang Mendeteksi Covid-19

·
Gamang Mendeteksi Covid-19
Ilustrasi laboratorium. Sumber: kompas.com.

Tak semua sampel swab tenggorokan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Aceh dikirimkan ke Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan, laboratorium pemeriksa yang mampu melakukan pemeriksaan RT PCR.

sinarpidie.co--Kepala Puskesmas Kota Sigli dr Ellya Noer merasa gusar selama Covid-19 merebak di Aceh, terlebih sedikitnya 76 warga dari luar daerah dan dari luar negeri pulang ke Sigli baru-baru ini. Kegusaran itu bukan tanpa dasar. Pihaknya hanya menerima masker bedah dan sarung tangan dari Dinas Kesehatan Pidie. Kata dr Ellya Noer, tidak ada satu pun pakaian hazmat tersedia di Puskesmas Kota Sigli.

“Kami sudah minta sama Dinkes Pidie tapi tidak diberikan. Mungkin karena Puskesmas Kota Sigli dekat dengan Posko PSC. Sebagai pengganti pakaian hazmat, kami memakai jas hujan atau mantel. Kami menyediakan sebanyak 57 jas hujan di puskesmas. Setiap bidan desa diberikan satu jas hujan. Jumlah bidan desa sebanyak 21 bidan. Sisanya diberikan ke petugas puskesmas,” sebut Ellya Noer, Kamis, 2 April 2020 lalu. "Saat ini stok masker di Puskesmas Kota Sigli sekitar empat atau lima boks lagi. Saat pertemuan dengan dinas saya sudah bilang, kalau masker tidak disediakan maka kami akan tutup pelayanan."

Tak hanya itu, Puskesmas Kota Sigli saat ini juga sedang memantau dua pasien berstatus Pasien dalam Pengawasan (PDP) RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli. “Satu PDP sudah sembuh dan dirawat di rumah. Pada saat dirawat di rumah, rumah sakit menginformasikan ke saya untuk melakukan pemantauan. PDP satu lagi statusnya masih dirawat di rumah sakit,” kata dr Ellya Noer.

Pedoman Kemenkes revisi keempat

Dalam Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 revisi keempat yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) disebutkan pasien yang terinfeksi Covid-19 ialah mereka yang dinyatakan positif berdasarkan hasil pemeriksaan melalui pemeriksaan PCR atau Polymerase Chain Reaction.

Surveilans atau pengawasan terhadap Pasien dalam Pengawasan (PDP) dilakukan selama 14 hari sejak mulai munculnya gejala. Terhadap PDP dilakukan pengambilan spesimen pada hari pertama dan kedua untuk pemeriksaan Reverse transcription (RT) PCR.

Jika tidak tersedia fasilitas pemeriksaan RT PCR maka dilakukan pemeriksaan rapid test. Apabila hasil pemeriksaan rapid test pertama menunjukkan hasil negatif, PDP dengan gejala ringan melakukan isolasi diri di rumah, PDP dengan gejala sedang dirujuk ke RS Darurat, dan PDP dengan gejala berat dirujuk ke RS Rujukan.

Baca juga:

Pemeriksaan ulang terhadap PDP negatif rapid test tersebut dilakukan pada 10 hari berikutnya. Jika hasil pemeriksaan ulang menunjukkan PDP tersebut positif maka hasil swab tenggorokan yang bersangkutan dikirimkan ke laboratorium untuk pemeriksaan RT PCR sebanyak dua kali selama dua hari berturut-turut.

Jika sejak pemeriksaan rapid test PDP telah positif, PDP dengan gejala ringan dapat melakukan isolasi diri di rumah, PDP dengan gejala sedang dirujuk ke RS Darurat, dan PDP dengan gejala berat dirujuk ke RS Rujukan.

“Pada kelompok ini juga akan dikonfirmasi dengan pemeriksaan RT PCR sebanyak dua kali selama dua hari berturut-turut di laboratorium pemeriksa yang mampu melakukan pemeriksaan RT PCR,” demikian dikutip dari Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 revisi keempat.

Per Sabtu, 4 April 2020, terdapat 52 PDP Covid-19 di Aceh. Lima di antaranya telah dinyatakan positif berdasarkan hasil pemeriksaan melalui PCR, dan seorang di antaranya telah meninggal dunia.

Sumber sinarpidie.co pada Dinas Kesehatan Aceh, yang identitasnya enggan dituliskan mengatakan tak semua sampel lendir (swab) pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Aceh dikirimkan ke Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan, laboratorium pemeriksa yang mampu melakukan pemeriksaan RT PCR. “PDP yang masuk ke Rumah Sakit Zainoel Abidin saja yang sudah dikirimkan semua sample swab,” kata dia, Sabtu, 4 April 2020.

Hingga berita ini diturunkan, sinarpidie.co belum memperoleh konfirmasi dari Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanif terkait berapa jumlah sample swab yang telah dikirim ke Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan, berapa yang negatif, dan berapa yang dinyatakan positif.

Di Aceh, per Sabtu, 4 April 2020, tercatat 1.176 orang dalam pengawasan (ODP) Covid-19. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 revisi keempat yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatur perlakuan yang sama terhadap ODP, sebagaimana pengawasan terhadap PDP.

Surveilans atau pengawasan terhadap ODP dilakukan selama 14 hari sejak mulai munculnya gejala. Terhadap ODP dilakukan pengambilan spesimen pada hari pertama dan kedua untuk pemeriksaan Reverse transcription (RT) PCR.

Jika tidak tersedia fasilitas pemeriksaan RT PCR maka dilakukan pemeriksaan rapid test. Apabila hasil pemeriksaan rapid test pertama menunjukkan hasil negatif, ODP dengan gejala ringan melakukan isolasi diri di rumah, ODP dengan gejala sedang dirujuk ke RS Darurat, dan ODP dengan gejala berat dirujuk ke RS Rujukan.

Pemeriksaan ulang terhadap ODP negatif rapid test tersebut dilakukan pada 10 hari berikutnya. Jika hasil pemeriksaan ulang menunjukkan ODP tersebut positif maka hasil swab yang bersangkutan dikirimkan ke laboratorium untuk pemeriksaan RT PCR sebanyak dua kali selama dua hari berturut-turut.

Jika sejak pemeriksaan rapid test ODP telah positif, ODP dengan gejala ringan dapat melakukan isolasi diri di rumah, ODP dengan gejala sedang dirujuk ke RS Darurat, dan ODP dengan gejala berat dirujuk ke RS Rujukan.

ODP juga akan dikonfirmasi dengan pemeriksaan RT PCR sebanyak dua kali selama dua hari berturut-turut, di laboratorium pemeriksa yang mampu melakukan pemeriksaan RT PCR.

Orang tanpa Gejala

Orang tanpa Gejala (OTG) Covid-19 atau seseorang yang tidak bergejala tetapi memiliki risiko tertular dari orang konfirmasi Covid-19 sebenarnya juga diperlakukan sama dalam hal pengawasan PDP dan ODP.

Sebelumnya, tiga PDP Covid-19 di Aceh yang sempat pulang karena kondisi mereka membaik, dijemput kembali untuk dirawat di ruang isolasi RSUD Zainoel Abidin karena ternyata hasil tes melalui pemeriksaan PCR menunjukkan ketiganya positif Covid-19.

Pada Kamis, 2 April 2020, Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanif mengatakan pihaknya belum melakukan trace dan tes massal untuk memutus rantai wabah Covid-19 di Aceh bagi pendatang yang masuk ke Aceh, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). “Kita tunggu stok cukup. Saat ini baru 2.400 rapid test. Belum cukup," kata dr Hanif pada sinarpidie.co.

Pihaknya, kata dia, telah menyalurkan 2.400 rapid test tersebut ke seluruh Aceh. []

Loading...