[Foto] Menumbuk Padi Ketan dengan Jeungki

·
[Foto] Menumbuk Padi Ketan dengan Jeungki

Pengolahan emping dari padi ketan dengan jeungki, salah satunya, masih bisa ditemukan di Gampong Leubue, Kecamatan Pidie, Pidie. Proses pengolahan emping secara tradisional di gampong ini sudah berlangsung secara turun temurun. Emping tersebut dipasarkan ke Beuruenuen, Meulaboh, Lhokseumawe dan Langsa. Emping biasanya dikonsumsi dengan campuran parutan kelapa, dalam pisang thok dan di dalam beulukat durian. Minggu, 15 Desember 2019 lalu, reporter sinarpidie.co Diky Zulkarnen merekam aktivitas tersebut.

Nurhayati, 58 tahun, menaruh padi ketan yang sebelumnya telah direndam selama satu hari satu malam ke dalam belanga tanah untuk disangrai. Sesudah itu, dalam takaran satu batok kelapa, padi ketan yang telah disangrai dimasukkan ke dalam lesung jeungki. Lalu, Salmawati, 30 tahun, dan Muliana, 35 tahun, menginjakkan kaki mereka pada kayu bulat sepanjang 2 meter pada jeungki.
Nurhayati memasukkan emping yang telah ditumbuk ke dalam karung. Begitu karung itu penuh, emping tersebut ditampi dengan tampah, untuk memisahkan emping dengan sekam.

Baca juga:

Komentar

Loading...