Fasilitas Keselamatan Kerja Minim dan Gaji di Bawah UMP, Petugas Pemadam Kebakaran Pidie Tangani 249 Kasus Kebakaran pada 2018

·
Fasilitas Keselamatan Kerja Minim dan Gaji di Bawah UMP, Petugas Pemadam Kebakaran Pidie Tangani 249 Kasus Kebakaran pada 2018
Mobil pemadam kebakaran di Kantor Pemadam Kebakaran Pidie. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

Pada tahun ini, sebut dia, melalui APBK Pidie 2019 Perubahan, pihaknya mengusulkan beberapa items alat kerja, yaitu 3 masker, 10 sepatu, 3 helm dan 12 baju PDL untuk 16 angota baru.

sinarpidie.co--Petugas pemadam kebakaran, yang bernaung di bawah Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, mengeluhkan kurangnya fasilitas keselamatan kerja dan gaji mereka yang masih berada di bawah upah minimum provinsi (UMP) Aceh, yang pada 2019 ditetapkan sebesar Rp 2.916.810. Padahal, pada 2018, petugas pemadam kebakaran di Kabupaten Pidie ini menangani 249 kasus kebakaran, dan per Agustus 2019, sedikitnya terdapat 64 kasus kebakaran.

Fitrul, 31 tahun, salah seorang petugas pemadam kebakaran di Pos Pemadam Kebakaran Pidie, mengatakan, saat ini Kantor Pemadam Kabakaran Pidie hanya memiliki  4 unit firefighter suit atau seragam khusus pemadam kebakaran yang dipergunakan secara bergantian oleh total 64 petugas pemadam kebakaran saat kebakaran terjadi.

Dari 64 petugas tersebut, 3 di antaranya berstatus sebagai PNS dan 61 petugas lainnya berstatus sebagai pegawai kontrak.

“Dan hanya ada  4 alat bantu pernafasan yang digunakan oleh pemadam kebakaran saat menjinakkan kobaran api. Itu jumlah yang sangat kecil apabila digunakan untuk mengevakuasi korban yang terjebak dalam kebakaran. Selain itu, untuk berkomunikasi dengan sesama anggota pemadam kebakaran juga sulit saat menjalankan misi, karena cuma punya  dua  radio handy talky atau HT,” kata Fitrul, Senin, 21 Oktober 2019. “Untuk gaji pokok kami Rp 1,2 juta, uang makan minum kurang lebih Rp 600 ribu. Jika ditotal sebulan Rp 1,8 juta. Sangat berbanding terbalik dengan risiko yang kami hadapi di lapangan.”

Dia juga berharap, adanya pemutihan atau adanya pengangkatan menjadi PNS bagi kalangan petugas pemadam kebakaran.

“Ada beberapa anggota pemadam yang bertugas dari tahun 2005 sampai sekarang masih dengan status tenaga kontrak,” katanya lagi.

Kabid Pemadam Kebakaran pada BPBD Pidie, Muklis Ssos, mengatakan, pihaknya selalu mengusulkan adanya peningkatan fasilitas kerja dan peningkatan gaji petugas pemadam kebakaran.

Baca juga:

“Setiap tahun ada kita usul untuk kesejahteraan anggota, mulai dari gaji Rp 200 ribu pada tahun 2003 naik sedikit demi sedikit hingga terakhir naik pada 2016 menjadi total Rp 1.8 juta per bulan,” kata Muklis. “Untuk kebutuhan kelengkapan safety juga selalu kita usul, tapi untuk harga satu baju safety biasa itu mencapai Rp 35 juta.”

Pada tahun ini, sebut dia, melalui APBK Pidie 2019 Perubahan, pihaknya mengusulkan beberapa items alat kerja, yaitu 3 masker, 10 sepatu, 3 helm dan 12 baju PDL untuk 16 angota baru. “Satu setel PDL Rp 600 ribu per pasang,” kata dia.

Armada pemadam kebakaran di Pidie berjumlah 7 unit, di mana 2 di antaranya dalam kondisi kurang layak. “Lima mobil di kantor induk, 2 kurang sehat mobilnya, tapi kalau darurat, kita pakai juga. Satu unit di Pos Beureunuen, dan unit di Pos Sakti,” kata Muklis. []

Komentar

Loading...