Empat Rumah di Keumala Terancam Ambruk karena Abrasi

·
Empat Rumah di Keumala Terancam Ambruk karena Abrasi
Rumah empat KK warga Gampong U Gadeng, Kecamatan Keumala, Pidie, terancam hanyut.

sinarpidie.co- Pasangan suami-istri, Edi Saputra, 42 tahun dan Salmawati, 38 tahun, beserta empat anaknya, masih menempati rumah semi permanen mereka seluas 9 x 6 meter di Gampong U Gadeng, Kecamatan Keumala, Pidie, meskipun rumah tersebut kian hari kian parah dikikis arus sungai.

Edi menceritakan, dalam setahun belakangan, luapan air sungai setidaknya mengikis tanah rumahnya dalam dua kali terjangan. Ia juga sepenuhnya menyadari bahwa keselamatan keluarganya dalam bahaya saat air sungai meluap. Kendati demikian, ia tidak bisa berbuat banyak karena ia dan keluarganya tidak mempunyai tempat tinggal lain.

“Status kami tinggal di sini dalam keadaan siaga satu. Tiap musim hujan kami selalu waspada terhadap air sungai yang meluap. Semula, air sungai mengikis tanah di belakang rumah kami, sehingga dapur rumah kami yang berada paling dekat dengan sungai sudah tiga kali pindah,” kata Edi Saputra, Selasa, 8 September 2020.

Edi berharap, pemerintah segera mengambil tindakan karena rumahnya terancam hilang karena abrasi. “Karena tidak ada tanggul penahan di kawasan ini. Terdapat tiga rumah lain di sini yang juga akan terancam abrasi sungai,” kata Edi.

Keuchik Gampong U Gadeng, Kecamatan Keumala, Pidie, Nasir mengatakan kondisi tersebut tak terlepas dari aktivitas tambang pasir dan batu yang dilakukan secara terus menerus di sepanjang aliran Krueng Baro, Keumala.

“Ditambah dengan tidak adanya tanggul penahan di sepanjang DAS di mana rumah empat KK tersebut berdiri,” kata Nasir, Selasa, 8 September 2020. “Saya telah melaporkan hal ini pada pihak Kecamatan Keumala pada bulan Mei lalu. Kita berharap pembangunan tanggul atau solusi lain agar warga yang tinggal di situ tidak terancam kehilangan rumah.” []

Loading...