Editorial

[Editorial] Usman Z, Mantan Napi yang Masih Emban Jabatan Kasubag Hukum di RSUD TCD

·
[Editorial] Usman Z, Mantan Napi yang Masih Emban Jabatan Kasubag Hukum di RSUD TCD
Usman Z (paling kanan) saat dilantik Bupati Pidie Roni Ahmad sebagai Kepala Sub Bagian Hukum dan Humas pada RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli, Rabu, 16 Oktober 2019 lalu. Dok. sinarpidie.co.

Tidak menindak Usman Z, Kepala Sub Bagian Hukum dan Humas pada Bagian Umum, Kepegawaian, dan Hukum RSUD Teungku Chik Ditiro (TCD) Sigli, secara disiplin PNS, sama saja dengan meludah ke atas jatuh ke muka sendiri. Adalah sebuah ironi, seorang mantan narapidana masih dipercaya untuk mengemban jabatan sebagai Kasubag Hukum di rumah sakit milik Pemkab Pidie ini.

Pria kelahiran Meunasah Balek, Meureudu, pada 31 Desember 1963, ini, divonis hukuman penjara tiga bulan 15 hari pada 17 Juni 2020 oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Sigli.

Dalam salinan putusan yang diperoleh sinarpidie.co, hakim ketua, Samsul Maidi dan hakim anggota Indah Pertiwi serta Indira Inggi Aswijati, menjadikan perbuatan Usman Z yang meresahkan masyarakat, memberikan kerugian dan rasa sakit pada korban, dan pernah melakukan kekerasan serupa, sebagai pertimbangan yang memberatkan pria bermisai tebal dan berkulit gelap ini dalam kasus KDRT.

Usman merasa ia telah menjalani hukuman penjara sehingga ia merasa hukuman disiplin PNS tak perlu diterapkan pada dirinya. “Secara proses hukum, saya sudah jalani,” kata Usman Z, Rabu, 9 Desember 2020 lalu.

Baca juga:

Mantan narapidana ini juga menguasai sepeda motor Dinas Pertanian dan Pangan Pidie sejak 2017 lalu tatkala ia telah menjabat sebagai Kepala Seksi Kebijakan dan Penyuluhan Layanan Bidang Pengaduan Kebjikan dan Pelaporan Layanan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Pidie. 

Katanya, sepeda motor RX King bernomor polisi B 6204 SQC telah digunakannya sejak ia mengemban jabatan Kasi Ketahanan Pangan pada Badan Penyuluh Pertanian Ketahanan Pangan Pidie. “Setelah itu, saya pindah ke Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, lalu saya memakai kendaraan itu karena saya tidak punya kendaraan pribadi saat itu. Saya pakai kendaraan itu untuk kelancaran tugas saya di perizinan,” kata Usman Z, Selasa, 10 November 2020 lalu.

Ia baru mengembalikan sepeda motor tersebut pada Jumat, 13 November 2020.

Baca juga:

Usman menamatkan pendidikan SD hingga SMA di Meureudu. Pada 1999, ia mengantongi ijazah D-III di Akademi Gizi Malang. Mempertahankan mantan narapidana ini untuk mengemban tugas pada bagian hukum RSUD Teungku Chik Ditiro bukan hanya sebuah ironi, melainkan juga sebuah keputusan yang dilandasi pertimbangan yang cacat pikir. []

Loading...