Dugaan Tindak Pidana Pembunuhan Hasan Ubit Dilaporkan ke Polisi

·
Dugaan Tindak Pidana Pembunuhan Hasan Ubit Dilaporkan ke Polisi
Kolase Hasan Ubit dan istrinya Juari Agani. Dok sinarpidie.co.

sinarpidie.co —Kuasa hukum Juari Agani, 49 tahun, warga Gampong Bentayan, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie, melaporkan secara tertulis kasus dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap Muhammad Hasan Ubit, Selasa, 9 Februari 2021, ke Mapolres Pidie.

“Laporan tertulis ini kami sampaikan berdasarkan hasil koordinasi langsung dengan Kasatreskrim Polres Pidie pada 2 Februari 2021 lalu. Dalam koordinasi tersebut, Kasatreskrim Polres Pidie menyatakan akan menindaklajuti dan menangani kasus ini dengan membentuk tim atau melalui strategi-strategi lainnya,” kata Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh, Syahrul SH MH, Selasa, 9 Februari 2021, di Kota Sigli.

Kata Syahrul, meskipun diduga telah terjadi 13 tahun yang lalu, kasus dugaan tindak pidana ini tidak bisa dikategorikan sebagai kasus yang sudah kadaluarsa. “Kami paham bahwa dengan kasus yang sudah lama akan terdapat kesulitan-kesulitan dalam pengungkapan. Namun kami juga yakin bahwa pihak kepolisian memiliki kemampuan untuk mengungkap kasus ini berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya,” ungkapnya.

Jauri Agani, warga Gampong Bentayan, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie, berharap kasus ini bisa terungkap dan jenazah Hasan bisa ditemukan. “Saya sebagai istri, dan anak-anak pun, bisa menyembuhkan diri dari trauma akibat kehilangan kepala keluarga,” katanya. "Saya ingin suami saya dikebumikan dengan layak."

Juari Agani, 49 tahun, warga Gampong Bentayan, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

Jauri juga mengatakan pada 2008, ia pernah melaporkan kasus ini secara lisan ke Mapolsek Kembang Tanjong. Namun tidak ada informasi lanjutan dari pihak kepolisian di Mapolsek Kembang Tanjong. “Terlebih, pada tahun-tahun itu, saya harus membesarkan anak-anak yang masih kecil-kecil sebagai orangtua tunggal setelah suami saya hilang,” sebut Jauri.

Baca juga:

Putra keempat pasangan Hasan Ubit dan Jauri, Ridwan, 21 tahun, mengatakan laporan ini adalah upaya keluarganya untuk menempuh jalur hukum agar terhindar dari tindakan main hakim sendiri. “Ayah saya hilang. Tapi sejak kecil, saya melihat terduga pelaku lalu-lalang di depan mata saya,” sebut Ridwan.

Tanda terima laporan. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

Hasan Ubit, pria kelahiran Mesjid Bungie, Kecamatan Simpang Tiga, pada 1937 silam hilang pada 2 Agustus 2008 sore. Hasan pamit pada Jauri untuk keluar bersama Irwandi, tetangganya yang saat itu bekerja di pabrik pengolahan plastik di Gampong Jadan, Kecamatan Mutiara, Pidie. Hasan keluar meninggalkan Gampong Bentayan dengan mobil Chevrolet pikap dan membawa serta uang sekitar Rp 5 juta, karena Irwandi menawarkan pembelian besi tua seberat 100 kilogram padanya. Kata Irwandi pada Hasan, besi tua tersebut berada di Gampong Paleue Seuke, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie. Irwandi kini telah mendekam di balik jeruji besi karena kasus pembunuhan berencana pada Juli 2015 silam. []

Loading...