Dugaan Manipulasi Anggaran Makan dan Minum Petugas Pemadam Kebakaran  

·
Dugaan Manipulasi Anggaran Makan dan Minum Petugas Pemadam Kebakaran  
Mobil pemadam kebakaran di Pos Induk Damkar Pidie. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co—Anggaran belanja makan dan minum yang dialokasikan untuk 64 petugas pemadam kebakaran pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie ditengarai tak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan rawan dikorupsi.

Pertama, belanja makan dan minum peningkatan pelayanan penanggulangan bahaya kebakaran petugas pemadam kebakaran di Pos Induk Damkar Pidie sebesar Rp 504.610.500 tidak melalui proses tender meskipun pagu anggarannya di atas Rp 200 juta, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Pengadaan tersebut justru dilakukan secara swakelola oleh BPBD Pidie.

Kedua, anggaran tersebut dicairkan dalam bentuk uang tunai meskipun nomenklatur kegiatan tersebut belanja makan dan minum pegawai. Semestinya, honorarium untuk petugas Damkar di luar gaji pokok masuk ke dalam kelompok tunjangan kerja atau  dalam nomenklatur serupa.

Selain belanja makan dan minum untuk petugas pemadam di Pos Induk Damkar Pidie sebesar Rp 504.610.500, terdapat pula pagu anggaran sebesar Rp 108.418.000 untuk belanja makan dan minum petugas pemadam kebakaran di  Wilayah Manajemen Kerja (WMK) Beureunuen dan WMK Sakti. Singkatnya, total pagu anggaran untuk makan dan minum 64 petugas pemadam kebakaran di Pidie selama satu tahun: Rp 613.028.500.

Kepala BPBD Pidie Dewan Ansari melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran pada BPBD Pidie, Muklis Ssos, mengatakan, belanja makan dan minum petugas pemadam kebakaran tersebut diberikan pada masing-masing petugas pemadam kebakaran sebagai tambahan gaji. “Masuk ke honor. Realisasi anggaran untuk makan dan minum tersebut terealisasi tiap bulan. Artinya, ke depan tinggal realisasi untuk Desember 2019,” kata dia, Rabu, 20 November 2019. “Kita tak pegang uang. Langsung mereka pegang uang itu.”

Baca juga:

Pelaksanaan kegiatan tersebut, kata Muklis SSos lagi, merupakan kebijakan BPBD Pidie yang didasari pada minimnya gaji petugas pemadam kebakaran di Pidie. “Kita tak beli nasi untuk mereka. Tapi kita kasih uang,” ungkapnya.

64 petugas pemadam kebakaran ini saling bertukar tempat kerja atau dibagi dalam 3 regu, baik di pos damkar induk, WMK Beureunuen maupun WMK Sakti. Masing-masing pos diisi oleh 12 petugas setiap harinya. Dari 64 petugas tersebut, 3 di antaranya berstatus sebagai PNS dan 61 petugas lainnya berstatus sebagai pegawai kontrak.

Fitrul, 31 tahun, salah seorang petugas pemadam kebakaran yang diwawancarai sinarpidie.co di Pos Induk Damkar Pidie, Senin, 21 Oktober 2019 lalu, mengatakan, gaji pokok petugas pemadam kebakaran yang berstatus sebagai tenaga kontrak sebesar Rp 1,2 juta dan tambahan uang makan dan minum Rp 600 ribu.

“Jika ditotal sebulan Rp 1,8 juta. Sangat berbanding terbalik dengan risiko yang kami hadapi di lapangan,” kata dia.

Dengan kata lain, Rp 600 ribu uang makan dan minum dikalikan 64 petugas pemadam kebakaran sama dengan Rp 38.400.000. Rp 38.400.000 dikali 12 bulan sama dengan Rp 460.800.000. []

 

Komentar

Loading...