Dua Rumah yang Terbakar di Batee Rata dengan Tanah

·
Dua Rumah yang Terbakar di Batee Rata dengan Tanah
Puing rumah di Gampong Neuheun, Kecamatan Batee, Pidie, yang terbakar pada Rabu, 23 Desember 2020 pukul 02.45 WIB. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co - Teungku Maulidin, 35 tahun, warga Gampong Neuhen, Kecamatan Batee, terbangun dari tidurnya karena tetesan karet terpal, yang menjadi langit-langit kamar tidurnya, meleleh lalu jatuh menimpa bahunya Rabu, 23 Desember 2020 pukul 02.45 WIB.

Melihat api berkobar di dalam kamarnya, dengan bertelanjang dada dan hanya mengenakan kain sarung, Maulidin menggendong kedua anaknya-- Muhammad Nasir, 4,5 tahun, dan Muhammad Luthfi, 6 bulan-- keluar dari rumah. Istri Teungku Maulidin, Ulfami, 23 tahun, menyusulnya keluar dari rumah seraya menjerit minta tolong.

Kegaduhan  tersebut membangunkan tetangga mereka, yang juga sanak keluarga Maulidin. Rumah semi permanen berukuran sekitar 5 kali 6 meter persegi ini berhimpitan dengan rumah Abdullah, 60 tahun.

Terdapat lima rumah yang terdampak kebakaran tersebut, dua rumah rata dengan tanah atau terbakar 100 persen, sedangkan tiga rumah lainnya terbakar ringan.

Dua rumah yang rata dengan tanah tersebut dihuni oleh empat KK. Mereka masih dalam satu keluarga besar. Satu rumah berkontraksi kayu dihuni Abdullah dengan istrinya, Hasanah Sabi, 50 tahun, dan anak mereka Marzuki, 20 tahun, dan  rumah Teungku Maulidin. Di rumah yang dihuni Teungku Maulidin, terdapat dua KK lainnya yang juga tinggal seatap dengan mereka.

Sementara, tiga rumah yang terbakar ringan terdiri dari dua rumah berkontraksi kayu milik  Syafudfin, 56 tahun, yang tinggal bersama putranya, Muhammadon, 20 tahun, dan rumah permanen milik Srikandi Sabi, 46 tahun, warga Gampong Dayah Batee, Kecamatan Batee.

"Tak ada uang desa yang terbakar saat kejadian. Hanya ada uang pribadi," kata Teungku Maulidin, yang menjabat sebagai Bendahara Gampong Neuhen, Kamis, 24 Desember 2020.

Maulidin merincikan, harta benda yang ikut ludes dilalap api adalah uang tunai Rp 30 juta, peralatan elektronik dan peralatan rumah tangga dengan total Rp 50 juta miliknya. "Empat mayam emas murni, uang tunai Rp 5 juta dan sejumlah peralatan rumah tangga senilai Rp 25 juta milik Abdullah. Sepeda Motor Suzuki Spin dan peralatan rumah tangga senilai Rp 40 juta milik Arisan Sabi. Uang tunai Rp 3.5 juta, setengah mayam emas murni serta peralatan rumah tangga senilai Rp 25 juta milik Ismail," katanya.

Kata Maulidin, mereka membutuhkan tenda sebagai hunian sementara karena hingga kini mereka masih menumpang di rumah Srikandi Sabi.

Kepala Dinas Sosial Pidie, Drs Muslim, mengatakan pihaknya telah menyalurkan bantuan masa panik, Rabu, 23 Desember 2020 pagi kemarin. "Yang kita bantu empat rumah. Tiga rumah yang terbakar, dan satu rumah yang terdampak. Yang kita salurkan mie instan, beras, gula, sajadah, kain sarung, dan ikan kemasan," katanya, Kamis, 24 Desember 2020.

Ketua DPRK Pidie Mahfuddin Ismail, Ketua Fraksi PA DPRK Pidie Muhammad Ibrahim Tangse, dan anggota Fraksi PA Elidawati mengunjungi korban kebakaran di Gampong Neuheun, Kamis, 24 Desember 2020.

Ketua DPRK Pidie Mahfuddin Ismail, Ketua Fraksi PA DPRK Pidie Muhammad Ibrahim Tangse, dan anggota Fraksi PA Elidawati mengunjungi korban kebakaran di Gampong Neuheun, Kamis, 24 Desember 2020. "Bantuan yang kami bawa berupa sembako dan uang tunai, yang kami serahkan langsung kepada korban dan keluarga korban," kata Ketua DPRK Pidie, Mahfuddin Ismail, Kamis, 24 Desember 2020. []

Loading...