Dua Berita Pembunuhan yang Menggegerkan Dunia Baru-Baru Ini

·
Dua Berita Pembunuhan yang Menggegerkan Dunia Baru-Baru Ini
Razan Najjar (kanan). Sumber foto: xinhuanet.com.

sinarpidie.co—Dua isu pembunuhan baru-baru ini menghebohkan dunia internasional.

Pertama adalah kasus penembakan paramedis Palestina Razan Najjar. Perempuan berusia 21 tahun itu meninggal dunia saat berada di antara pengunjuk rasa yang terluka di Gaza, Jumat 1 Juni 2018. Razan Al-Najjar ditembak ketika berusaha menolong seorang demonstran yang terluka.

Dikutip dari Tribunjogja.com yang melansir Reuters, seorang saksi mata berkata, awalnya relawan medis itu yang seragam putih itu hendak mengevakuasi seorang pengunjuk rasa yang terluka dan terbaring di sisi pagar. 

"Dia (Najar) telah mengangkat tangannya sehingga bisa terlihat oleh pasukan Israel. Namun, mereka tetap menembaknya," ujar saksi mata itu.

Menteri Kesehatan Palestina Jawad Awwad mengatakan, tindakan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) masuk dalam kategori kejahatan perang.

"Aksi pasukan Israel merupakan bentuk pelanggaran langsung konvensi internasional," kata Awwad.

Sejak 30 Maret 2018, sebagaimana dilansir dari kompas.com, warga Gaza melakukan protes di perbatasan untuk menuntut kembalinya warga Palestina ke tanah mereka setelah diusir dan melarikan diri selama perang pada 1948.

Razan menjadi korban tewas ke-119 dalam demonstrasi yang dimulai pada 30 Maret. Konflik mencapai puncaknya pada 14 Mei di mana 61 warga Palestina terbunuh.

Kedua, kabar pembunuhan seorang jurnalis Rusia  Arkady Babchenko juga sempat menyedot perhatian dunia.

Babchenko sempat dikabarkan meninggal dunia di dalam ambulans setelah sang istri menemukannya berlumuran darah di rumah mereka yang ada di Kiev, Ukraina, Selasa 29 Mei 2018.

Babchenko dikenal sebagai salah satu jurnalis perang Rusia. Pada 27 Februari 2017, dia meninggalkan Rusia karena khawatir dengan keselamatannya usai mengkritik kebijakan pemerintah Rusia di Ukraina dan Suriah.

Politikus propemerintah di Rusia banyak mengecam Babchenko atas komentar-komentarnya di media sosial soal pengeboman yang dilakukan Rusia di Aleppo, Suriah dan soal karakterisasi Rusia sebagai agresor Ukraina.

Dalam pernyataan menanggapi kematian Babchenko, Kepolisian Ukraina bahkan secara sengaja menyimpulkan dia dibunuh terkait aktivitas profesionalnya. 

"Versi paling pertama dan paling mungkin adalah aktivitas profesionalnya," ujar Kepala Kepolisian Kiev, Andriy Kryshchenko, seperti dilansir detik.com dari Reuters.

Keesokan harinya, Babchenko muncul di hadapan awak media untuk menunjukkan pada publik bahwa dirinya masih hidup.

Arkady Babchenko (paling kanan). Sumber foto: okezone.com/Reuters.

Dikutip dari cnnindonesia.com, Dinas Keamanan Ukraina mengatakan telah merancang secara khusus skenario kematian wartawan tersebut sebagai upaya untuk menggagalkan rencana Rusia membunuh Babchenko. Kepala Dinas Keamanan Ukraina (SBU) Vasyl Hrytsak menyebut operasi tersebut telah disusun selama dua bulan ini. []

Loading...