Drainase Perkotaan Bermasalah, Pidie dan Kota Sigli Langganan Genangan Air kala Musim Hujan

·
Drainase Perkotaan Bermasalah, Pidie dan Kota Sigli Langganan Genangan Air kala Musim Hujan
Genangan air di SImpang Rawa Kota Sigli, Minggu, 27 Oktober 2019 lalu, karena limpasan air tak bisa mengalir lantaran elevasi drainase yang tak sesuai dan menumpuknya sedimen. Dok. sinarpidie.co.

sinarpidie.co - Hujan deras yang mengguyur Pidie dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan sejumlah daerah aliran sungai (DAS) dan sub-DAS di Pidie meluap. Namun, luapan tersebut belum berdampak pada pemukiman warga. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Ir Dewan Ansari, mengatakan pihaknya hingga saat ini belum menerima laporan luapan sungai yang berdampak pada pemukiman warga.

Pada  Selasa, 1 Desember 2020, kata dia, DAS Krueng Baro sempat meluap dan merendam beberapa gampong, seperti Gampong Cot Reng, Kecamatan Pidie, Gampong Cot Teungoh, Kecamatan Pidie, dan Gampong Blang Asan, Kecamatan Kota Sigli.

"Tapi luapan tersebut langsung surut dan tak mengganggu aktivitas masyarakat," kata dia, Minggu, 6 Desember 2020.

Baca juga:

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie belum memiliki rencana induk sistem drainase perkotaan yang diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 12 /Prt/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan dan Qanun Kabupaten Pidie  Nomor 5 Tahun 2014  tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pidie Tahun 2014-2034.

Tak heran, setiap musim hujan, air akan tergenang di sejumlah titik-titik di pusat-pusat perdagangan baik di Kota Sigli maupun di pusat-pusat perkotaan kecamatan di Pidie. []

Loading...